Showing posts with label Berita. Show all posts
Showing posts with label Berita. Show all posts
Friday, May 4, 2012
Monday, April 30, 2012
Friday, April 13, 2012
Wednesday, April 11, 2012
Humor Tak (Harus) Lucu #009
Seorang
cewek datang ke seorang Ustad dan berkata, “Pak Haji, saya punya dua ekor beo
betina yang pinter bicara, namun sayangnya, yang mereka omongkan cuma.. ‘hai,
kami cewe gatel, mau bgituan engga..?’ gitu Pak Haji..”
“Ya..ampun..,
kalau begitu kirim saja kedua beo anda itu ke rumah saya.. di rumah, saya juga
punya dua beo jantan..
namun
jangan khawatir, mereka selalu saya latih berdoa dan Berdzikir itulah yang
selalu mereka ucapkan. Pasti kedua beo betina-mu itu akan terpengaruh dan
berubah bunyinya..”
Begitulah,
si wanita mengirimkan kedua beonya dan mereka ditempatkan dalam kandang yang
sama dengan kedua beo milik si Ustad. Ketika dirumah Ustad, Kedua beo Ustad itu
salah satu kaki mereka menggenggam Tasbih dan tidak henti-hentinya melantunkan
Dzikir.
Saat
kedua beo milik wanita itu dimasukkan oleh sang ustad, keduanya langsung
berkata.
“hai,
kami cewe gatel… mau bgituan engga..?”
Salah
satu beo milik Ustad langsung melirik temannya dan berkata… ”Buang Tasbih-mu…
Doa kita sudah terkabul..
Doa kita sudah terkabul..
Ustad:
gubrakk..
Tuesday, April 10, 2012
Humor Tak (Harus) Lucu #003
Dosen: Tolong kumpulkan tugas makalah minggu kemarin sekarang.
Para mahasiswa (kelas karyawan) secara estafet mengumpulkan tugas.
Setelah mengajar selesai Pak Dosen duduk diruangannya sembari memeriksa satu persatu makalah, dan berhenti pada secarik kertas bertuliskan:
Surat Keterangan Belum Mengerjakan Makalah
Dibawah ini menerangkan:
Nama: bla bla bla
Alamat: bla bla bla
Sekolah: bla bla bla
Belum mengerjakan tugas membuat makalah dikarenakan kesibukan menjadi panitia Agustusan.
Agar menjadi maklum
ttd
Kepala desa.
Dosen: Ohhhhhhhhhhh… Pak Kadus(Kepala Dusun) nyambi jadi ketua karang taruna.. ya ya ya.. *manggut-manggut sambil elus-elus jenggot.
Humor Tak (Harus) Lucu #001
Secara dadakan Panwaslu DKI mengadakan debat terbuka antara kandidat Pilkada DKI 2012. Hanya Foke dan Jokowi sebagai calon Gubernur yang bersedia hadir, kemudian seorang Supir Taksi disertakan agar genap 3 orang peserta debat.
Senin Malam kemarin suasana Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur sungguh nyaman dan meriah. Coba bayangkan. Ribuan penonton dari sekitar kampung Pinang Ranti, Lubang Buaya, Kramat Jati, dan warga sekitar TMII berduyun menikmati tontonan gratis. Penasaran, pengen tau apa yang akan dilakukan oleh kandidat Gubernur.
Yang bikin ramai adalah rombongan supir angkot, supir taksi, supir bajaj, tukang ojek yang semangat bersorak sorai, memberi applause ketika jatuh giliran Supir Taksi angkat bicara. Foke dan Jokowi sempat ciut hati menyaksikan unjuk rasa wong cilik yang disalurkan lewat Supir Taksi.
Singkat cerita mari kita dengar apa yang terjadi pada Debat Terbuka Antara Foke, Jokowi, Supir Taksi di halaman Tamini Square, TMII Jakarta Timur:
*
Moderator : “Bang Foke, apa yang membuat Anda yakin paling layak untuk menjabat Gubernur DKI Jakarta? Bukankah Anda sudah menjabat satu periode dan dinilai kurang sukses. Monggo….”
Foke: “Assalamualaikuuum… Justru ane ingin menjabat satu periode lagi untuk menuntaskan program agar sukses. Kalo cuma 5 tahun belum cukup. Perlu 5 tahun lagi dong, hehehe… Sebagai orang Betawi asli, ane paling tau tetek bengek Jakarta. Coba ente tanya, siape orang Jakarte yang kagak kenal ama ane? Jin ama dedemit aje pasti kenal ama ane, hehehe…
Kagak nyombong neh, semua pejabat tinggi ampe gelandangan ane tau semue di Jakarte. Ane udah puluhan tahun bekerja buat Kota Jakarte, kampung nenek moyang ane. Maaf neh, ane kagak asal bacot. Ane neh orangnye sedikit bicare , banyak bekerje. Tuh liat, kata survei LSI ane dapet suara 49,1% dan insyaallah menang satu putaran saja. Wassalam!
PLOK. PLOK. PLOK… SUIT. SUIT. SUIT… Pendukung Foke bersorak sorai.
*
Moderator: “Mas Jokowi, sampeyan koq yakin mampu menjabat Gubernur DKI Jakarta dengan baik? Sebagai Walikota di kota kecil Solo Jawa Tengah, apakah sampeyan tau betapa beratnya beban politik-ekonomi-sosial ibukota? Apa iya wong Jakarta rela dipimpin oleh seorang Walikota Solo? Monggo…”
Jokowi: “Matur nuwuuun… Saya sudah membuktikan sukses jadi Walikota Solo. Sekarang masih menjabat untuk periode kedua. Soal mengatasi dan memanage Jakarta itu gampang. Yang penting turun ke lapangan, jangan duduk melulu di belakang meja. Misalnya mengatasi banjir, lihat anggaran Pemda. Kalau tidak cukup, panggil investor. Lah, kalau saya menang Pilkada DKI Jakarta 11 Juli nanti, itu alamat atawa wangsit bahwa orang Jakarta rela dipimpin oleh saya.
Sampeyan ini jangan terpengaruh Hasil Survey LSI bahwa saya cuma dapet 14,4% suara sementara. Sing penting maju pantang mundur. “Suwe ora jamu, jamu godhong gedhang. Suwe ora ketemu, ketemu pisan pasti menang”. Matur nuwuuun…”
PLOK. PLOK. PLOK… SUIT. SUIT. SUIT… Pendukung Jokowi bersorak sorai.
*
Moderator: “Saudara Jokerseh, elu cuma supir taksi koq berani beraninya ngajak debat lawan Bang Foke dan Mas Jokowi. Elu ini tau apa tentang Jakarta dan pemerintahan? Lah wong elu cari duit aja megap-megap. Menurut elu, gimana tuh Bang Foke ama Mas Jokowi mampu apa kagak nangani Jakarta? Monggo… Gue minta elu Ojo suwe suwe ngocehnya yah.”
Jokerseh, Supir Taksi: “Ehm. Ehm. Ehm. Jelek jelek gini gue udah puluhan taun nyupir taksi di Jakarta. Dari pelosok ampe gedung gue ngelotok. Dari pejabat, ustad, bencong, ampe WTS, gue pernah anterin, hehehe… Gue yakin persoalan Jakarta hanya dirasakan orang kecil yang 90% jumlahnya. Babeh babeh mah kagak ada yang susah. Kalo susah juga karena kurang proyek atawa kebelet jabatan.
Menurut gue, Bang Foke bisa sukses bisa kagak sukses ngejabat Gubernur Jakarta lagi… Mas Jokowi juga sami mawon. Yang bilang bakalan sukses kan juru kampanye… Program Ngatasi banjir dan macet jalan raya itu mah udah basi. Bosen. Bosen. Bosen… BUKTI SUKSES? Menurut gue: kalo makin sedikit orang susah hidup di Jakarta itulah yang dinamakan sukses dipimpin oleh Gubernur.”
PLOK. PLOK. PLOK… SUIT. SUIT. SUIT… CIHUYY. CIHUUUYYY… MANTAAAP…!!! Semua pengunjung bersorak sorai. Bang Foke dan Mas Jokowi celingak celinguk sebentar, liat suasana, lalu berdiri, ikutan tepuk tangan sambil mengulum senyum.
***
Sunday, April 8, 2012
Busway Mulai Ditinggal Penggemarnyakah?
antara PGC - Mangga Dua
.
.
.
.
.
.
.
sudah dua minggu ini
kok sepi yaa.........
ngga berjubel, ngga dempit-dempitan.......
.
.
.
nunggu busway ngga pake lama
armada selalu
ada
dan
KOSONG.....
.
.
.
.
.
KENAPA YA?
kehilangan selera untuk naik busway?
ngga nyaman lagi?
.
.
.
.
berangkat pagi, naik..... KOSONG
bisa pilih-pilih tempat duduk....
.
.
.
.
pulangnya....... ngga banyak penumpang
bisa gonta ganti busway....
turun naik di tiap shelter....
.
.
.
.
.
nikmatnya naik busway
saat ini
.
.
.
.
semoga begitu terus
walaupun income TransJakarta bakalan anjlok
dan merumahkan karyawan kontraknya
.
.
.
.
satu lagi,
armadanya sudah mulai renta
banyak bocor sana-sini
kursi sudah usang
gantungan tangan banyak tak terpasang
.
.
.
.
Haloo....... Jakarta...........
Kok malah sibuk Pilkada yooooooooooo......
.
.
.
.
.
Thursday, April 5, 2012
Tuesday, April 3, 2012
When U Search "Ryan Bakkaru" with Google, U Can Fine This
first page
.
.
.
.
.
2nd
.
.
.
.
.
.
3rd
.
.
.
.
.
.
.
4th
.
.
.
.
.
.
.
.
5th
.
.
.
.
.
.
what do u fine?
.
.
.
.
.
.
.
black shadow...............
.
.
.
'couse I am nothing..............
.
.
.
Monday, April 2, 2012
Batuk? Baca Komix Dooong Bu Nunun !!!
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Kesehatan Nunun Nurbaetie belum sepenuhnya pulih. Selama
persidangan, istri eks Wakapolri Adang Daradjatun itu terlihat masih batuk.
Pantauan detikcom di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said,
Kuningan, Jaksel, Senin (2/4/2012), Nunun mengenakan baju dan kerudung berwarna
merah marun. Dia tidak lagi memakai kacamata hitam.
Saat menyimak kesaksian saksi dari Hotel Dharmawangsa, Nunun sesekali
batuk dan meminum air untuk menyegarkan tenggorokannya. Suaranya serak saat
ditanya hakim soal tanggapannya terhadap saksi.
"Tidak ada yang mulia," ucapnya dengan suara serak.
Sidang saat ini sudah rampung setelah mendengar kesaksian dari
Dhmarmawangsa. Rencananya sidang akan dilanjutkan Senin pekan depan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Orang kayak kok penyakitan ya..... batuk-batuk segala, kayak
sinetron aja......
Penyakitan plus pesakitan.....
Uhuk ..... uhuk...... uhuk.....
Batuk? Baca komix dong buuuuuuuuu....
.
.
Senin depan, mau sakit apa lagi
buuuuuuu......
bengek..... panu...... kadas...... kurap..... bisul......
migrain......... lumpuh.......... gagu........
budeg......... butaaaaaa.....
.
.
.
Terserrrraaahhhhhhhh............
Friday, March 30, 2012
Gaya SBY Menjelang Pembacaan Keputusan Kenaikan BBM
Pada pengen tahu ya
gimana gaya SBY belakangan ini?
Ngga usah diterka-terka
silahkan simak aja gambar di bawah ini.
Naaah, begitulah kira-kira gayanya saat
pembacaan keputusan kenaikan BBM.
Diam-diam gaya para girlband menginspirasi
SBY untuk mengeluarkan gaya terbarunya yang disinyalir akan menjadi nge-trend
pasca pengumuman kenaikan BBM.
Diam-diam si Afriani pun
bergaya sama loh.
Malahan sekarang udah eksis lagi jadi salah satu personel
girlband ngetop, Ceribel.
Mumpung udah pada lupa
ama Afriani makanya doi ikutan gabung aja dan gayanya pun imut gitu deh, kayak
yang ngga punya dosa lagi.
Friday, August 26, 2011
Anak Play Group Belajar Nulis di Kompasiana
Bu Bintang begitu heran melihat Makki anaknya sedang asyik main laptop, sepertinya sedang menulis sesuatu di sebuah blog ternama nih.
Sambil membawakan botol susunya, bu Bintang duduk di samping Makki, dan melihat apa yang sedang ditulis di laptop papinya yang sedang shalat.
“Sedang apa nak??”, tanya bu Bintang.
Makki menoleh dengan senyum lucunya,”Lagi belajar nulis mami, lihat nih, bagus deh”.
Walaupun agak heran dengan apa yang tertulis di laptop, bu Bintang bertanya lagi, “Nulis apa itu sayang??”.
Jawab Makki ringan, “Ngga tahu mami, soalnya belum diajarin baca sama bu Guru”.
Friday, August 12, 2011
92 Jam di RS PMI Bogor
Ada yang berbeda dari sahur terakhir yang Likon jalani di Rumah Sakit yang selama 92 jam menemani hari-harinya.
Beraneka macam tikar disusun berdekatan satu sama lain, ada 27 orang duduk melingkar di atas tikar itu, 5 di antaranya masih di bawah umur sambil merapikan tas sekolah yang tadi malam dijadikan bantal oleh mereka. satu sama lain bergerak secara otomatis tanpa di komando.
Pak Asep (53 tahun) bangkit dan mencopot penanak nasi otomatis yang sudah ia nyalakan sejak satu jam lalu. Ibu Uha (41 tahun) mengeluarkan sebuah bungkusan yang ia bawa dari rumah, di dalam plastik hitam itu ada rantang berisi beberapa potong daging ikan mas hasil kolam depan rumahnya. Di sebelah ibu Uha, ada Ibu Sa’i yang juga membawa tempe bacem dan sambel yang menggoda selera. Ada juga yang membawa lalapan, daging ayam, telur dadar, tahu semur, kerupuk, bahkan cuma membawa termos, sendok, piring, gelas.
Setelah semua makanan yang dibawa dikumpulkan di tengah lingkaran itu, dua orang lelaki membuat teh tanpa gula dalam sebuah ketel besar, dan mengisi gelas-gelas yang dari tadi juga dibawa. dua orang ibu bergerak mengambil nasi seadil mungkin hingga cukup dibagi sesama mereka.
Seorang diantaranya mengedarkan nasi tersebut ke masing-masing orang sambil bertanya, “Rek nganggo naon weh tah laukna?” (mau pake apa lauknya). Dijawab oleh masing-masing orang dengan beragam pula. ”Eta wae lah, tempe jeung sambel, laukna saeutik wae nya, masih seubeuh” (Itu aja, tempe sama sambel, kasih daging ikannya sedikit saja).
Bapak yang tadi menyiapkan teh tawar mulai membagikan gelas berisi teh tawar. Bila suka, maka diperbolehkan untuk memakaikan sendiri gula sesuai selera masing-masing. Gula itu juga sudah ada di tengah lingkaran.
Tanpa sadar Likon memperhatikan, Pak Asep menawarkan menu istimewa itu kepadanya. “Mangga jang, Sahur bareng didiey, saayana, kieu dah nu aya ge, maklum atuh urang lembur, teu tiasa daharan kota” (Mari dik, sahur bareng, seadanya saja, yang ada ya seperti ini, maklum orang kampung, gak biasa makanan kota).
Likon menggeleng perlahan, sambil menunjuk ke arah luar, lalu meneruskan langkahnya untuk menikmati sahur di sekitaran pelataran Rumah Sakit, yang dia tahu ada rumah makan yang buka 24 jam.
Selagi menyantap hidangan di salah satu rumah makan itu, tampak Pak Asep keluar dari rumah sakit ke arahnya, langsung menuju kasir dan membeli sebungkus rokok dengan merk yang tak pernah didengar sebelumnya. Kali ini giliran Likon menawarkan makanan kepadanya. ”Pak, hayu atuh, sahur bareng” (Pak, mari sahur bareng). Kepalanya masih tersimpan sejuta pertanyaan.
Seakan tahu jalan pikirannya, Pak Asep memilih untuk duduk di sebelah Likon sambil membuka bungkusan rokok yang baru dibelinya… “Ah, abdi teh numpang ngarokok hungkul, tadi geus sahur dileubeut. Teu tiasa ngarokok di leubeut geuning” (Ah, saya numpang ngerokok saja, tadi sih sudah sahur di dalam. Tapi khan gak boleh ngerokok di dalam rumah sakit), seraya menawarkan bungkusan rokok yang bukan cuma namanya yang terasa aneh di telinga Likon, tapi bungkusnya pun asing di matanya.
“Aya pak” (ada saya kok pak), dan memang masih ada rokok yang sudah 3 hari di kantongnya. Selama Ramadhan, hampir bisa dipastikan konsumsi tembakau berkurang.
Pertanyaan Likon yang tak terucap langsung dijawab oleh pak Asep.
Kami mengantar tetangga kami, kebetulan suaminya kerja di kota lain. si Istri menderita Usus Buntu kata mantri puskesmas, dari puskesmas di kampung kami disuruh ke rumah sakit ini. Saya selaku Rukun Kampung mengumpulkan dana dari tiap warga untuk membantu perobatan Ibu Jumi. Kami tahu, kalo biaya perobatan di rumah sakit tidak mungkin terjangkau oleh kami orang kampung. Sakitnya sih dari hari Senin, tapi baru terkumpul dananya tadi pagi.
Kami juga harus menunggu pulang dari ladang, Sementara Ibu-ibu menyiapkan lauk ala kadarnya hasil dari kebun kami.
Sejenak teringat sebuah peristiwa 6 Jam lalu, ketika pelataran IGD penuh sesak oleh dua kendaraan yang datang. Satu buah angkot, di belakang tergelar kasur, 5 orang bapak tergopoh mengangkut Ibu yang sakit. sementara di belakangnya menguntit mobil bak tebuka berisi penuh sesak orang segala usia yang menutupi diri mereka dengan tikar dan selimut, turun satu persatu. Lamunannya terhenti, ketika pak Asep mengeluarkan amplop lecek berisi uang hasil urunan (sumbangan sukarela) masing-masing warga, dan mulai menghitungnya di depan dua bapak lain yang bergabung di meja. Hampir dua juta, ada pecahan seribu, sampai dua puluh ribuan di dalamnya.
“Jang, kinteun-kinteun teh, cukup teu nya, biaya barobatna. ngan ngumpul sakieu” (Dik, kira-kira cukup gak ya biayanya, cuma terkumpul 2 juta) Ujarnya tiba-tiba kepada Likon sambil menunjukkan gulungan uang itu. “Cukup pak”, jawabnya sambil tersenyum, tangan Likon tak sengaja menggaruk kepala, walau tidak ada yang gatal. Dalam pikiran Likon masih teringat sederet angka yang harus dibayarkan seorang ibu untuk mengobati amandel anak kesayangannya. Angka 2 dan 7 diikuti enam digit angka setelahnya (27 juta lebih).
Mudah-mudahan Allah membukakan jalan untuk sebuah kebersamaan yang mereka lakukan dengan tulus dan ikhlas.
(Terima kasih buat adikku yang telah setia menemani seorang kawan yang dioperasi hingga selesai)
Saturday, July 30, 2011
Tips : Aman dan Nyaman Browsing di Blackberry Playbook (1)
Sebelum saya uraikan tips bagaimana agar aman dan nyaman menggunakan Blackberry Playbook, akan saya review dulu sekilas tentang gadget ini.
BlackBerry PlayBook merupakan produk terbaru dari RIM sang produsen Blackberry, Harga BlackBerry PlayBook di Indonesia antara 5,4 jt - 8,6 jt rupiah, untuk spesifikasinya yang rencananya untuk memberikan saingan buat ipad buatan apple ini bisa kita ketahui.
Berikut adalah beberapa fitur BlackBerry PlayBook yang telah diungkap oleh RIM dalam Developer Conference 2010 (DevCon10) di San Francisco, Selasa (28/9/2010) dinihari WIB.
Dari sisi softwarenya, PlayBook akan menggunakan sistem operasi BlackBerry Tablet OS berdasarkan arsitektur micro-kernel QNX Neutrino. Neutrino telah banyak digunakan pada perangkat kesehatan, otomotif hingga router internet.
Software PlayBook mendukung Flash 10.1, WebKit dan HTML 5, OpenGL (untuk grafis 3D seperti pada game), Adobe Mobile AIR, Adobe Reader, Java, POSIX dan BlackBerry WebWorks.
Media yang bisa diputar di PlayBook termasuk video hingga resolusi 1080p High Definition. Formatnya, mencakup H.264, MPEG, DivX dan WMV. Sedangkan audionya mencakup MP3, AAC dan WMA.
Spesifikasi BlackBerry PlayBook selangkapnya:
- Layar sentuh capacitive LCD berukuran 7" WSVGA dengan resolusi 1024 x 600
- Dukungan penuh pada multi touch dan gesture
- Prosesor 1 GHz Dual CoreRAM 1 GB
- Kamera High Definition 3 Megapixel (depan) dan 5 Megapixel (belakang)
- Kamera bisa merekam video hingga resolusi 1080p HD
- HDMI Output (microHDMI)
- WiFi 802.11 a/b/g/n dan Bluetooth 2.1 + EDR
- Konektor microUSB
- Ukuran 130mm x 193mm x 10mm
- Berat sekitar 400 gram
Tips 1 : Aman
Agar kita merasa aman menggenggam BB PB maka pada gadget ini bisa ditautkan rantai sangkut dari bodi BB ke pergelangan tangan kita, sehingga kalau ada yang mau coba-coba menjambret, atau takut terjatuh, agak sulit, karena terkait ke tangan kita.
Tips 2 : Nyaman
Kenyamanan browsing di BB bisa didapat jika pada casingnya dibalut sarung beludru dan bantalan pada bagian belakangnya.
Tips yang lebih serius akan dibahas pada bagian (2).
Sabar aja.
Friday, July 22, 2011
Miss Jinjing Indonesia
Sabtu malam pekan lalu menjadi malam yang menantang adrenalin bagi dua orang yang bersahabat, Stevani dan Livia. Kedua wanita berusia setengah baya ini seolah lupa diri, tak peduli akan kehadiran keluarga, anak, dan suami. Mereka asyik masyuk sepanjang hari mengunjungi beberapa pusat belanja di Ibu Kota untuk memburu, memborong, dan berbelanja habis-habisan. Keduanya tergiur oleh iming-iming program Festival Jakarta Great Sale yang tersebar di seluruh mal di Jakarta sejak Juni sampai Juli.
“Prinsip kami mengutip slogan Miss Jinjing, belanja sampai mati,” kata Stevani. “Kami berdua excited sekali menyalurkan hobi berberlanja habis-habisan hingga puas, till dead tadi.” Stevani dan Livia tergelak bersama-sama. Livia, ibu dua anak yang bekerja di sebuah perusahaan pertambangan, tak mau kalah. “Keluarga, anak, dan suami sudah paham kebiasaan kami berdua yang doyan shopping atau gila berbelanja.”
Masih untung, kata Stevani, tempatnya di Jakarta, bukan di Singapore atau Paris. “Biasanya kami terbang ke sana sebelum ada program begini.” Festival Jakarta Great Sale benar-benar memanjakan konsumen untuk memanfaatkan waktu hingga menjelang penutupan. Misalnya di Mal Central Park, Jakarta Barat, yang Minggu malam lalu masih dipadati pengunjung, meski hari sudah larut. Toko-toko dengan brand internasional masih disesaki konsumen yang membongkar boks baju-baju berdiskon hingga 70 persen.
Di sini pula dilakukan acara penutupan festival ini. Tidak terasa program diskon yang digelar di puluhan mal di Jakarta selama sebulan lamanya sejak 17 Juni lalu (bertepatan dengan ulang tahun Jakarta) itu selesai sudah. Program yang diikuti 60 mal ini mengeruk transaksi mencapai Rp 8,7 triliun. Hal ini, menurut ketua panitia festival, Handaka Santosa, melebihi target awal, yakni Rp 8,6 triliun.
Beberapa mal juga menggelar pesta diskon tengah malam atau Midnight Shopping, penawaran program belanja tengah malam dengan diskon hingga 80 persen. Animo serta euforia masyarakat terhadap program belanja tengah malam ini luar biasa. Meski sukses, Handaka berharap tahun depan dukungan pemerintah lebih besar. Terutama publikasi hingga paket dari agen travel pariwisata juga lebih gencar. “Saya merasa publikasi dan sosialisasi belum optimal, tahun depan semoga lebih baik,” ujarnya.
Gubernur Jakarta Fauzi Bowo mengaku puas atas capaian festival yang lebih sukses dari tahun-tahun sebelumnya ini. “Ada peningkatan 20 persen, ini menunjukkan bahwa Jakarta punya daya beli yang sangat tinggi,” ucapnya. Menurut Foke--panggilan akrab Fauzi--daya beli warga Jakarta bisa mencapai lebih dari US$ 10 ribu dibanding daya beli masyarakat pada umumnya, yakni US$ 4.000. Jakarta menjadi daya tarik bagi warga daerah lain untuk belanja.
Tak hanya warga daerah lain, dia berharap turis asing juga bisa datang dan belanja ke Jakarta. Apalagi jika sudah dijadwalkan secara teratur, harapannya asosiasi agen travel dan perjalanan pariwisata juga membuat paket wisata yang lebih mendukung. Ke depan, Festival Jakarta ini bisa menyaingi Singapura dalam menarik wisatawan untuk belanja. “Silakan pergi ke Singapura, tapi kalau belanja ke sini aja,” katanya.
Miss Jinjing Indonesia, Amelia Masniari, menilai kegilaan pencinta belanja tiada batas. Bila seseorang sudah menjadi shopaholic, dia akan selalu berbelanja, tak peduli batas negara dan waktu. “Saya angkat jempol untuk festival ini. Namun sensasi belanja ke luar negeri tiada banding dan tanding. Adrenalinnya berbeda meski di sini sale-nya gila-gilaan,” kata penulis buku laris Miss Jinjing itu.
Bagi shopaholic, menurut Amel, belanja bukan sebatas kebutuhan atau alasan fungsional. Bagi mereka, yang menganggap uang bukanlah ukuran, berbelanja merupakan sebuah gaya hidup, tantangan, kesenangan, kesempatan, bahkan prestise. Senada dengan Amel, artis Diah Permatasari mengatakan kegilaan seseorang terhadap belanja sulit dimengerti. “Seperti amnesia, melupakan keluarga atau pekerjaannya untuk terbang dan memburu apa yang diinginkan,” ujar bintang sinetron Si Manis Jembatan Ancol ini. Meski yang dibelinya bukan barang penting, suasana berbelanja pada program great sale atau belanja tengah malam menimbulkan sensasi dan menantang adrenalin tersendiri. “Betul kalau pakemnya seperti belanja sampai mati dan pantang berhenti,” ujarnya.
Menuju Kursi DK1
Jurubicara Kemendagri Reydonnizar Moenok mengatakan, gaji pokok gubernur dan wagub sekitar Rp 3 juta namun secara keseluruhan, sambung dia, take home pay gubernur dan wagub sekitar Rp 8 juta. Meski terlihat kecil, kata Reydonnizar, kepala daerah masih memperoleh pendapatan lain di luar gaji.
Hal itu mengacu pada PP Nomor 69 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pemberian dan Pemanfaatan Insentif Pemungutan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Dari pemungutan pajak masyarakat itu, kata dia, hasilnya bisa dijadikan pendapatan tambahan kepala daerah.
Reydonnizar memberi contoh di DKI Jakarta. Gubernur dan Wagub DKI memperoleh pendapatan per bulan sebesar Rp 80 juta. Angka itu didapat dari hasil simulasi 10 kali gaji dengan mengukur kemampuan kapasitas fiskal daerah. "Pendapatan itu diperkenankan sebab ada aturannya. Tidak masalah," jelas Reydonnizar (tempo.com).
Hal di atas bukanlah yang menjadi alasan mengapa pada Pemilukada DK1 begitu murah meriah tahun ini. Dapat dipastikan para kandidat Balon DK1 punya visi dan misi yang maha sempurna yang akan dipaparkan di hadapan sekitar 4 juta pemilik suara yang tersebar di lima wilayah DKI Jaya.
Bagaimana tidak dibilang meriah, dari calon independen saja sudah terdengar beberapa nama, misalnya 1. Adhyaksa Dault (mantan Menpora, dan pernah mencalonkan menjadi Balon Ketum PSS1), 2. Faisal Basri (ekonom, mantan komisioner KPPU), 3. Firman Abadi (Dibo Piss, kandidat DPD 2009, Ketum Slankers), 4. Marzuki Usman (mantan Menteri Pariwisata era Gus Dur, Mantan Ketua Bapepam), 5. Mayjen Soeharto (Marinir), dan 6. Eep S. Fatah (pengamat politik).
Dari kalangan elit partai ada selentingan kabar yang mencalonkan adalah dari Partai Golkar, 1. Azis Syamsudin (DPR), 2. Basuki/Ahok (DPR, mantan Bupati Belitong Timur), 3. Priya Ramadhani (Ketua DPD Golkar DKI Jakarta), 4. Tantowi Yahya (DPR) ; dari PDI Perjuangan, 1. Rano Karno (Wakil Bupati Tangerang), 2. Priyanto (Wakil Gubernur DKI Jakarta) ; dari Partai Demokrat, Nachrowi Ramli (Ketua DPRD DKI Jakarta) ; dari PKS, Nugroho Djayusman.
Seiring berjalannya waktu, pasti ada penambahan atau pengurangan para kandidat ini, atau malah saat calon mulai mengerucut tinggal 3 pasang misalnya, tahu-tahu yang sepasang mengundurkan diri, entahlah, kita lihat saja nanti.
Dan perang baliho di seantero simpang jalan Jakarta, perang slogan dan jargon politik, pasang muka tiap hari di segala corong media yang ada, mengadakan kegiatan sosial atau budaya atau seni atau seminar, spanduk aneka rupa aneka warna aneka rasa, pastinya bukan hal yang mengagetkan pada saat-saat mendatang.
Selamat menuju kursi DK1. Salam Damai dari seorang pemilik suara DK1.
Sunday, June 26, 2011
Late Night Shopping, Rekreasi Belanja Tengah Malam Makin Nge-Trend
Belanja tengah malam semula menjadi taktik pusat perbelanjaan memikat pengunjung. Kini banyak pengunjung ketagihan, bahkan menjadikan belanja tengah malam sebagai rekreasi. Salah satu pengunjung Mal Taman Anggrek, Indri, 28, datang berempat bersama teman temannya sengaja untuk berburu barang murah. Dia mengaku tahu ada acara late night shopping dari kawannya. ”Walaupun tanggal tua, saya sempatkan datang,” ujarnya. Dia datang untuk membeli sepatu, dan beruntung karena sepatu yang dicarinya memang ikut sale sehingga dapat potongan harga 30%.
Diana, 43, asal Jakarta, semula hanya makan malam bersama rekan-rekannya di Grand Indonesia, Jakarta. Begitu tahu ada midnight sale, dia pun berputar-putar mencari barang yang diinginkan. “Keliling-keliling, sekalian dapat barang yang murah meriah,” kata Diana saat ditemui tadi malam. Selama penyelenggaraan Festival Jakarta Great Sale (FJGS) 2011, sebanyak 68 mal di Jakarta bergiliran menyelenggarakan pesta diskon tengah malam.
Berawal di Senayan City pada 2008, program belanja tengah malam pertama kali dicetuskan. Salah satu tenant Senayan City, Dabenhams, saat itu menggelar Dabenhams Midnight Sale yang menuai respons para penggila belanja. Keberhasilan Dabenhams serta pengelola Senayan City kemudian diikuti mal-mal lain di Jakarta, yang berlanjut di kota besar lainnya seperti Bandung.
Hingga sekarang, program belanja tengah malam semakin meluas diprioritaskan mal-mal. Dengan konsep yang sama, program ini memiliki variasi sebutan istilah, seperti midnight shopping, late night shopping, super midnight sale, sampai night salebration. Chief Executive Officer (CEO) Senayan City Handaka Santosa mengatakan, belanja tengah malam adalah inovasi program yang belum pernah dilakukan mal lainnya.
Menurutnya dengan midnight sale, target mal bisa tercapai dari segi omzet serta pengunjung. Dengan waktu buka operasional mal lebih lama serta pemberian diskon hingga 70–80%, pengunjung akan lebih dihibur dibandingkan hari biasa. Tidak hanya berbelanja, pengunjung juga bisa menikmati wisata kuliner, karena hampir setiap restoran juga ikut terlibat dalam midnight sale.
Beragam event menarik di dalam mal pun akan menjadi ‘teman setia’ pengunjung. “Meskipun hanya dua–tiga hari, penyelenggaraan belanja malam masih ampuh menarik jumlah pengunjung,” tutur Handaka. Selama gelaran FGJS, sejumlah mal di Jakarta seperti Mall of Indonesia (MoI) juga menyelenggarakan minight sale bernama MOInight salebration pada 24–25 Juni.
Marketing Communication Manager Mall of Indonesia Bayu Tunggul Aji mengatakan midnight sale saat Jakarta Great Sale kali ini diikuti 90% dari total seluruh tenant. Diskon yang ditawarkan juga beragam hingga 80%. Humas Mal Taman Anggrek Anastia Damastuti mengaku, untuk menarik pengunjung, pihaknya juga sudah mempromosikan acara tersebut sejak jauh-jauh hari.
”Ternyata masyarakat cukup antusias datang ke sini,” katanya. Selain promosi, pihaknya juga memberikan parkir bebas selama enam jam yang dimulai dari pukul 19.00 - 01.00 WIB. Marketing Communications Head Plaza Indonesia Dina Humairo, selain belanja tengah malam, pengunjung juga dimanjakan lokasi rileks berupa refleksi di lantai IV malnya.
...
Friday, June 24, 2011
Pasar Ikan Cimanggis Depok
Bagi anda yang tinggal di Cimanggis, Depok dan daerah sekitarnya yang kesulitan untuk mendapatkan ikan dan seafood lainnya yang segar, ada satu tempat penjualan ikan segar yang bisa memenuhi kebutuhan anda. Tempat ini berada di belakang Giant Cimanggis.
Ada banyak pilihan ikan seperti ikan Bawal, Kakap Merah, Tongkol, Kerapu, dan ikan laut lainnya. Ada juga seafood lainnya seperti Cumi-cumi, Udang, Rajungan, bahkan Udang Tambak dan ikan Gurame pun tersedia.
Hampir 15 tahun saya tinggal di Cimanggis, dan keberadaan supplier ikan ini sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan protein dan gizi lainnya yang berasal dari ikan dan seafood lainnya. Apalagi akhir-akhir ini banyak tayangan investigasi di media televisi yang mengungkapkan ancaman kesehatan di sekitar kita yang bersumber dari kecurangan para penjual bahan makanan maupun makanan matang. Para penjual curang ini berusaha mendapatkan keuntungan yang besar dengan cara-cara yang bisa mengancam kesehatan para pembelinya, seperti menjual bakso dengan bahan kimia pengawet yang sebenarnya bukan untuk pengawet makanan.
Yang membuat miris, ikan juga tidak luput dari kecurangan para pedagang nakal ini. Pernah saya membeli ikan di pasar yang keliatannya segar dan mulus, tetapi ketika digoreng, yang keluar bukan aroma wangi ikan goreng, tapi bau-bau aneh yang mengganggu indra penciuman. Tekstur ikannya gempur, tidak seperti tekstur ikan goreng yang segar. Makanya tidak heran, jika di pusat penjualan ikan sekalipun seperti di daerah Muara Karang dan Muara Angke ada ikan Kakap Merah yang merahnya karena pewarna tekstil sebagaimana pernah ditayangkan dalam reportase investigasi di salah satu stasiun televisi swasta.
Sebelum menemukan tempat penjualan ikan di Cimanggis tersebut, hampir setiap saya pulang kampung selalu saya belanja ikan dan seafood lainnya di kampung saya yang dekat dengan laut (Pantura Tegal). Seafood tersebut kemudian dibekukan dan dibawa ke Jakarta dengan Wadah stereoform, dan lumayan bisa buat lauk selama satu bulan. Tapi sekarang tidak perlu pulang kampung untuk mendapatkan suplai ikan segar.
...
Subscribe to:
Posts (Atom)






















