Showing posts with label Bisnis. Show all posts
Showing posts with label Bisnis. Show all posts

Wednesday, April 18, 2012

saatnya putra petir harus melawan



terbukti,
setiap presiden indonesia terjerat oleh bbm.
terbukti,
siapa pun presidennya, kapan pun masanya, harus menaikkan harga bbm.
terbukti,
setiap terjadi kenaikan bbm menimbulkan kehebohan nasional.
terbukti,
setiap kehebohan menguras energi nasional.
energi dihambur-hamburkan.
energi terbuang-buang sia-sia.
energi yang mestinya untuk mendorong maju menjadi energi yang habis untuk berputar-putar.
karena itu:
mari kita lawan bbm!
mari kita tolak bbm!
mari beralih dari bbm ke listrik!
mari!
kita lawan bbm!
untuk penyelesaian yang tuntas jangka panjang.
agar bbm tidak lagi menjerat-jerat presiden-presiden yang akan datang.
agar bbm tidak habis-habisnya menimbulkan kehebohan nasional.
agar tidak terus-menerus menguras energi nasional.
mari kita lawan bbm!
mari kita produksi mobil-motor listrik nasional.
kita pakai kendaraan listrik.
bukan kendaraan yang haus bbm.
jangan ketinggalan.
seluruh dunia mengarah ke kendaraan listrik.
seluruh dunia akan beralih ke kendaraan listrik.
seluruh dunia akan meninggalkan kendaraan bbm.
jangan sampai kita ketinggalan lagi.
hanya untuk terjerat-jerat bbm sepanjang masa.
hanya untuk berheboh-heboh tiada habisnya.
hanya untuk menguras energi semua manusia indonesia.
mari kita produksi kendaraan listrik.
mari kita manfaatkan listrik murah ketika tengah malam.
ketika semua orang tidur dengan lelapnya.
ketika ac-ac kantor tidak bekerja.
ketika tv-tv tidak menyala.
ketika lift-lift gedung bertingkat beristirahat.
listrik tengah malam.
terbuang sia-sia.
listrik tengah malam.
alangkah bermanfaatnya bila untuk nge-charge kendaraan kita.
mari kita produksi motor listrik nasional.
mari kita produksi mobil listrik nasional.
kita!
putra-putri bangsa.
pasti mampu merealisasikannya.
bumn siap menjadi pelopornya.
bumn siap menjadi pemrakarsanya.
inpres hemat energi no 05/2006 harus menjadi nyata.
ayo!
siapa pun anda.
yang merasa sebagai putra bangsa.
yang sudah lama mimpi mobil-motor listrik nasional.
yang memiliki konsep, bukan yang hanya bisa mengeluh.
yang siap bekerja keras, bukan yang hanya bisa bicara keras.
yang bisa melakukan r&d sendiri.
yang bisa melahirkan kualitas motor listrik tidak seperti yang kita kenal hari ini.
yang siap bikin blueprint dan working prototype untuk produksi mobil/motor listrik nasional.
yang mampu menemukan teknologi tidak sekadar merakit yang sudah ada.
yang siap melibatkan lembaga pendidikan nasional jangka panjang.
yang siap untuk mengikuti sertifikasi pengujian nasional.
yang kalau dipatenkan bisa diterima.
yang siap membangun perusahaan nasional.
dan tentu.
yang siap bekerjasama dengan bumn.
ayo kumpul di bumn.
kita bicarakan bersama.
kita wujudkan bersama.
kita jalankan bersama.
ayo kita lahirkan motor listrik nasional.
ayo kita lahirkan mobil listrik nasional.
ayo!
jeratan nasional itu kita urai.
kehebohan nasional itu kita cegah.
pemborosan energi nasional itu kita akhiri.
ayo.
indonesia jangan ketinggalan lagi.
mari!
kita akhiri keluh-kesah.
kita ganti dengan motor listrik nasional.
kita ganti dengan mobil listrik nasional.
mari kita songsong bersama.
lahirnya……
jabang bayi putra petir ini!

Sunday, April 15, 2012

Tablet Termurah Besutan Android



Android selalu disebut-sebut sebagai pesaing kuat iPad di pasar tablet, walaupun pada kenyataannya tablet Apple itu masih belum dikalahkan. CEO Google Larry Page justru menanggapi santai kenyataan ini.
Page mengungkapkan bahwa perusahaannya sudah cukup fokus menggarap pasar tablet untuk kelangan menengah bawah, seperti iPad yang terus mendominasi kisaran harga high-end.
"Saya pikir ada jumlah tablet Android yang terjual di luar sana dan jelas, kami memiliki persaingan yang kuat di sana juga," katanya yang membuat seolah referensi samar untuk melihat persaingan dengan iPad.
"Jelas sudah ada banyak keberhasilan yang didapat tablet Android yang dibanderol dengan harga murah. Ini membuktikan area kami untuk lebih fokus ke tablet menengah ke bawah," tambahnya.
Seperti diketahui, masih sedikit tablet yang mampu menggerus pasar iPad yang dibanderol mulai dari USD 499. Maka tak mengherankan vendor sekelas Samsung mengubah strategi marketingnya.
Samsung membuat beberapa penyesuaian untuk menetapkan harga untuk Galaxy Tab 2 7 inci dengan harga USD 250. Apalagi melihat kesuksesan Kindle Fire yang dibanderol USD 199.
Fakta lain menyebutkan, Google berencana membuat tablet Androidnya sendiri yang juga dibanderol dengan harga yang sangat terjangkau untuk pasar. Demikian yang detikiINET kutip dari Apple Insider, Jumat.

Tuesday, April 10, 2012

Humor Tak (Harus) Lucu #002


Humor 1: Ayah dan Anak di Bilik Suara
Arib: ayah, abang ikut juga nyoblos ya..
Ayah: lho, abang kan baru 6 tahun, belum boleh..
Arib: alah Yah, Abang mau dapat jempol ungu, keren nampaknya..
Ayah: oke, baiklah, tapi jangan buat ribut ya…
Arib: sip yah, makasih ayah..
Dalam bilik suara…
Ayah: kita pilih mana nih Bang?
Arib: pilih gambar yang pakaiannya bagus yah..
Ayah: pakaian mereka semua bagus-bagus..
Arib: ini aja yah, yang bajunya ditulis ACEH, yang lain mungkin bukan orang Aceh..
Ayah: oya juga ya….
Arib: iya yah, Abang pintar kan?
Ayah: iyalah, anak siapa dulu?
Arib: Anak ayahhh….
#NB: rupanya anak kecilpun bisa dipengaruhi oleh pakaian dan simbol yang melekat padanya. Kalo Gubernur Aceh 2007-2012 terpilih karena memakai baju Aceh, maka Gubernur Aceh 2012-2017 terpilih karena ada tulisan ACEH di baju mereka. Percaya tidak?#
Humor 2: Nyanyak (Emak) dan Si Agam (Anak Laki)
Si Gam: Udah nyoblos Enyak?
Nyanyak: udahlah Gam, ini lihat, tanda jari ungunya masih ada…
Si Gam: Kalo boleh tahu, Enyak pilih yang mana tadi?
Nyanyak: Kalo untuk Gubernur, Enyak pilih ulama, yang no 1, tapi kalo untuk Wakil Gubernur Enyak pilih yang paling ganteng, no 5.
Si Gam: Lho, jadi satu kertas Enyak nyoblos dua kali..
Nyanyak: Ya iyalah Gam, masak cuma sekali, sayang nggak ada wakil gubernur nanti…
si Gam: Bukan gitu Nyak, masalahnya surat suara Enyak nggak sah jadinya..
Nyanyak: Lho, kok jadi nggak sah? Sah kak, udah dimasukin ke Tong suara hai..
Si Gam: Nggak sah Nyak..
Nyanyak: Kamu macam hakim saja Gam, sana pigi cari rumput lembu!!!.

Humor 3: Bunda Kepincut Baju Kandidat
Ayah: Bunda, milih siapa tadi?
Bunda: Kalo Bunda jelaslah ayah, untuk pemimpin harus kita pilih ulama.
Ayah: Jadi Bunda pilih no 1?
Bunda: Bukan… Bunda pilih calon yang pake baju haji..
Ayah: Itu mah bukan ulama Bunda, itu wagub sebelumnya..
Bunda: Yeh, ayah…. jadi Bunda salah? Terus yang ulama yang mana donkkkkk..
Ayah: Yang nomer satu..
Bunda: Lho, bajunya kok mirip d****?
Ayah: Hah???!!!
#NB: Rupanya baju yang dipakai calon dalam foto digambar akan ikut menentukan siapa pimpinan yang terpilih hari ini. #

Monday, April 9, 2012

Obrolan Orang Awam dan Sang Pakar Tentang Windows dan Linux



.
.
.
.
.
.
.
MAU TULISAN
YANG PANJAAAAAAAAAAAAAANG?
NIH GUE KASIH,
MAKAN TUH
AMPE MUNTAH
.
.
.
.
.
.
.

@linuxnewbie: nah kalau di threat yang ini, saya mau tanya... buat kalian2 yang sudah mengenal LINUX, sempat mencicipi, dan bahkan bisa jadi dah lumayan berpengalaman pake LINUX... akan tetapi..... dalam kesehariannya masih sering dan cenderung pakai Windows... kalau boleh tahu alasannya apa? kok masih sering pk Windows bukannya Linux? gitu aja... inget, yang ditanyain cuman Kenapa tetep pakai Windows bukan Linux makasih atas jawabannya... moga bermanfaat buat kita semua.
.
.
@Bluecat: menurutku, tergantung pilihan & kebutuhan.. (juga selera), kbetulan aku desktop user, di Linux belum memenuhi semua kebutuhan. selama ini lebih nyaman pake windows..program2 yang dipake banyak for windows.. jadi menyangkut ke produktivitas kerja lah.. di linux ga nemu padanannya.. btw banyak juga apps keren, gratis & open source for Windows.. windows orisinal juga udah umum.. laptop2.. warnet2 pada pake original.. kalo masalah pembajakan, sebaiknya biar ga terjebak pake program bajakan yg orinya mahal.. mending sebisa mungkin hindari mempelajari software yang kita tau ga bakal mampu kita beli.. kalo udah telanjur ya susah.. huehe
.
.
@fzr: soalnya, aplikasi di Linux masih sedikit. trus masih belum familier ma konfigurasinya.
.
.
@linuxnewbie: anything di linux OK. gw baru pake Desktop linux klo ada prog. sekelas MS Office 2007. si Open Office masih blom handal.
.
.
@Teuber’s05: alasan kenapa masih banyak yang menggunkan window's daripada linux...
satu. karena microsoft sendiri merupakan perusahaan yang berbudget besar, jadi untuk melakukan promosi tak perlu takut kekurangan uang, N lagi si microsoft tuch ngga bisa dianggap pemula karena dah riset dan bikin windows sejak tahun 80-an (klo ga salah sich.. ), ga seperti linux yang baru mulai ngeboom beberapa tahun ini... (terutama Graphical User Interface-nya, karena linux versi awal hanya command prompt interface)
dua. memang untuk masalah office windows sudah sangat handal tak terlepas dari pernyataan nomer satu tadi, sedang untuk open office memang sudah cukup bagus tetapi mungkin karena banyak yang tak mau belajar lagi yang baru jadi penggunanya cukup sedikit.. hmmm... padahal gak terlalu sulit GUI nya mirip sama micosoft office kok.. (maklum orang indo)
tiga. salah satu alasan utama orang ingin memakai linux adalah banyak software yang bagus tetapi hanya bisa jalan di linux (terutama untuk software-software jaringan powerfull tetapi gratis..) (Hmmm... windows is realy suck for networking software and linux is the best "I RECOMENDED BACKTRACK2 FINAL for it" jadi kesimpulannya orang memakai linux jika ingin memakai software opensource tertentu yang cuman jalan di linux saja ( heh...heeeh.. mana aja orang mo buat software opensource di os yang semuanya dibatesin gimana mo tahu karakter OSnya... )
empat. jadi kesimpulannya klo orang cuman buat butuh buat office aja windows sich ok-ok saja bajakan juga boleh tetapi awas kena razia lhoo... trus klo mo beli yang Ori tapi harganya berjuta-juta... NO PROBLEM cuman harus punya duit banyak tuh orang...... trus klo mao make linux harus pikir pikir dulu mau dibuat apa tuh linux, mao dibuat programming, cuman mo belajar basicnya linux, ato mo dibuat hacking ato cracking... jadi harus tahu dulu biar belajar lebih enak getoo.... hmmm trus gimana cara tahunya??? heeeeh gitu aja tanya paman GOOGLE dunk ok....
Dari orang yang memakai Dual BOOT winxp sp2 (bajakan yoo) and linux backtrack2final (the best linux for security analisis) Teuber's05.
.
.
@Stix: 1. Game. 2. Programming (iya, bisa aja develop d Linux utk Windows, tp paling optimal ttp develop pake tool dari Microsoft klo pengen jalan cepet&manfaatin semua API Windows. 3. Ego gara2 setelah bertahun2 hafal ama Windows d depan Linux jadi anak bego masa ganti bootscreen aja bingung). Solusi : 1. Beli Xbox. 2. Fokus Mono&Java. 3. Bertapa ama pinguin.
.
.
@rainmaker: linux gak bisa DOTA ???
.
.
@adinugroho: LINUX itu aplikasi dah lengkap, mau nginstall aplikasi2 WINDOWS ??? pake aja CrossOver (dah bisa MS Office 2007), mau nginstall game berat2 (Need For Speed Carbon, Prince of Persia, ato game Online) pake aja CEDEGA. Buktinya dah ada (tapi untuk Office, aku cuma sempat coba yang 2003, yang 2007 belum, untuk game cuma WarCraftIII), untuk aplikasi lain belum coba alasan te2p pake Windows : 1. Banyak tugas yang mengharuskan pemrogramannya di Windows. 2. Visual Studio 2005 cuma bisa jalan di Windows. 3. Adobe Flash, Illustrator n Photoshop CS3 hanya bisa jalan di Windows tapi untuk OFFICE, sama multimedia, sepertinya itu bukan alasan buat pake windows deh.
.
. 
@linuxer: Setuju ama adi nugroho (lagi). Untuk pengguna awam, rasanya udah gak ada alasan untuk gak pindah ke Linux. Kalangan gamer dan developer pun, rasanya udah mulai dimanjakan, walaupun masih butuh usaha ekstra.  Tapi beberapa tahun lagi, saya yakin gamer dan developer pun juga gak akan punya alasan "kuat" lagi untuk bertahan di Windows. Tool2 development seperti KDevelop, Glade, Lazarus, RealBasic, NetBeans, Eclipse, udah nyaris sama canggih dgn tool2 "saingannya" di Windows seperti Visual Studio, Delphi, JBuilder, dlsb. So, it's simply a matter of time before Linux can be as easy as Windows, for common computing tasks. Nantinya, mungkin hanya tinggal pengguna2 aplikasi spesial saja yg akan bertahan di Windows. Saat ini, mungkin para pekerja advertising dan graphics design yg kesusahan untuk pindah ke Linux. Mengingat belom ada aplikasi di Linux yg bisa secanggih Adobe Photoshop, Corel Draw, dlsb. And, Linux printing is still sucks! 
.
.
@merdeka_IT: nggak nemu yang sebagus dan semudah Corel Draw di Linux.... Open Office.Draw masih kurang bagus....  but dah lumayan juga sih....
.
.
@ob: Nimbrung donk..... -> soalnya, aplikasi di Linux masih sedikit. Udah lama di linux mas, apa cuma katanya doang? Coba dulu baru beli! Btw, sekarang ngenet pake apaan? ie, firefox, opera, atau safari? Tiap ngenet ganti2 browser mas? Buat apa aplikasi banyak2, yang dipake cuma yg itu2 aja kan? -> Ego gara2 setelah bertahun2 hafal ama Windows d depan Linux jadi anak bego. Ikut ngerasain jaman ws ama dos g mas? Waktu itu, orang yg biasa pake ws pake word 97 juga binun mas, itu mah cuma masalah kebiasaan! Dulu gwa pernah coba pake mac os, binun jg, padahal blink-blink gitu, lagi2 masalah kebiasaan. Mendingan binun belajar suse -> Banyak tugas yang mengharuskan pemrogramannya di Windows. Tantangin dosen-nya, ajak diskusi, bukain site/ebook tentang kurikulum it di luar, kalo dia bener2 dosen, malu lah ngajarin pake m$ (di net banyak kok) -> Visual Studio 2005 cuma bisa jalan di Windows. Iki kewan opo, kekekkeke. Baca dong mas ebook tentang licik n kejamnya closed source. Intinya pake open source bukan masalah bayar or ga bayar mas, tapi tertutupnya sumber ilmu yang harus di buka. Open source di jual, oke aja kok. -> Adobe Flash, Illustrator n Photoshop CS3 hanya bisa jalan di Windows. Hiks, alasan mulu, kapan mau berubah?! -> nggak nemu yang sebagus dan semudah Corel Draw di Linux.... ente orang grafis ya mas? sekalian mac os lha, jangan setengah-setengah. Kalo cuma buat bikin desain pamflet n situs, linux juga bisa bro! -> Linux printing is still sucks
Baca kaya gini cuma bisa mbatin hobi bener maki2! Kalo boleh bawa2 agama, di agama gwa [Islam], ga ada istilah lisensi n closed source bro!! Btw, buat semua coba baca2 masalah closed source di internet, jadi bukan pake linux karena murah, jadi kesannya maenan linux g bisa kaya. Kita g suka m$, karena closed source, bukan karena harus bayar! Kalo ntar m$ beneran opensource [g boongan kaya sekarang, udah tau kan beritanya], boleh deh pake. May the source be with you. CMIIW.
.
.
@linuxer: Santai aja bro. Nothing is perfect. Gw juga pengguna linux, udah ampir 3 taon ini gak login ke windows. Tapi gak perlu membabi buta membela linux, keep objective aja lah. > soalnya, aplikasi di Linux masih sedikit. Untuk aplikasi umum, setuju kalo di linux juga udah lengkap. Tapi untuk aplikasi2 tertentu yg spesifik, memang kadang hanya ada windows. Tapi beberapa aplikasi tertentu, kadang adanya hanya di linux. Sama aja. > Ego gara2 setelah bertahun2 hafal ama Windows d depan Linux jadi anak bego Setuju, ini hanya masalah kebiasaan. Kebiasaan malas belajar. > Banyak tugas yang mengharuskan pemrogramannya di Windows. Setuju ama loe, bro. Dosen2 kita juga kadang malu2-in. Bukannya mendukung legalisasi software, malah ikutan nyuruh mhs pake bajakan juga. Apa sih yg kurang di open source untuk pemrograman? Delphi, ada Lazarus. Basic, ada Gambas. C, ada gcc. Dlsb, dst. Kalo gak mau pake, itu mah cari2 alasan, dan males! > Visual Studio 2005 cuma bisa jalan di Windows Ya jelas aja lah. Wong produk mikocok, ya jelas aja jalannya di Windows. Plis deh! Alesan ini mah. > Linux printing is still sucks.
Ya, gw yg bilang ini. Memang linux printing makin bagus, tapi dalam beberapa hal, Windows gw akui masih lebih bagus. Terutama high definition printing. Believe me, gw udah nyoba dan bandingin kok. Tapi, gw berharap linux akan semakin bagus jadi gw gak perlu ke windows lagi kalo mau ngeprint yg bagus2. > Btw, buat semua coba baca2 masalah closed source di internet. Kadang di mata pengguna, gak peduli mau open apa close. Buat user, yg penting kebutuhannya terpenuhi dgn harga semurah mungkin (kalo perlu gratis), titik. Mau open apa close, sebenarnya buat user umum gak penting, toh mereka gak bakalan ikut compile tuh program. Meskipun gratis kalo gak bisa menuhin kebutuhan mereka, gak bakal mereka pake juga lah.
.
.
@merdeka_IT: > Banyak tugas yang mengharuskan pemrogramannya di Windows
Setuju ama loe, bro. Dosen2 kita juga kadang malu2-in. Bukannya mendukung legalisasi software, malah ikutan nyuruh mhs pake bajakan juga. Apa sih yg kurang di open source untuk pemrograman? Delphi, ada Lazarus. Basic, ada Gambas. C, ada gcc. Dlsb, dst. Kalo gak mau pake, itu mah cari2 alasan, dan
dosennya pakai barang bajakan ngajarin mahasiswa pakai software bajakan dan bikin tugas dikumpulin dalam format yang bajakan juga (repot nih) alias... yah... masih produk oriented... nggak peduli tu bajakan or nggak... 
pakai bajakan, n ngajakin mahasiswanya terpaku pada barang bajakan terus... 
susah deh. Kalo boleh bawa2 agama, di agama gwa [Islam], ga ada istilah lisensi n closed source bro!! yang ini ane setuju dakwah itu open source...!!! dari dulu mpe sekarang, yang namanya ngutip Al Quran ma hadits nggak ada yang narikin royalti kan? justru malah suruh nyebarin > Btw, buat semua coba baca2 masalah closed source di internet. Kadang di mata pengguna, gak peduli mau open apa close. Buat user, yg penting kebutuhannya terpenuhi dgn harga semurah mungkin (kalo perlu gratis), titik. Mau open apa close, sebenarnya buat user umum gak penting, toh mereka gak bakalan ikut compile tuh program. Meskipun gratis kalo gak bisa menuhin kebutuhan mereka, gak bakal mereka pake juga lah. yup... setuju
aku aja terinspirasi pakai Open Source ya gara2nya mbaca tulisannya pak Richard Stallman tu. tentang sejarah FOSS, GNU Project, dan seterusnya... wuih baca tuh artikelnya rasa2nya bikin mendidih pengen nge-hajar microsoft... tapi sekali lagi.. yah agak2 sabar dikit lah.. butuh proses penyadaran masyarakat kita yang mang sukanya serba instan...  Salam Merdeka!!!
.
.
@adinugroho: > Banyak tugas yang mengharuskan pemrogramannya di Windows. Maaf, ini saya yang pertama kalo mengajukan, kalo pemrograman desktop biasa, insya Allah mulai sekarang saya usahakan di Linux juga....cuma maksud saya pemrograman windows disini adalah : -Game programming pake XNA Framework (framework untuk XBOX360 & PC) -Design Pattern (Rational Suite & Enterprise Architect cuma bisa jalan di windows, belum pernah coba kalo pake Umbrello) -Pattern Recognition (pake MATLAB) -Web Programming (pake ASP 2.0/JSP/Ruby on Rails -- (dua terakhir bisa jalan lewat linux), di kampusQ gak boleh pake PHP soalnya gak Object Oriented (fake OO), n dah banyak source di internet, takutnya tuh anak njiplak) > Btw, buat semua coba baca2 masalah closed source di internet. kalo ini aku gak setuju banget, harusnya kalo dah masuk level internet yang dah diakses banyak orang, gak perlu ada closed2an segala, harusnya open semua......
.
.
@ob: TIA deh.... Hehhe, panas karena bnyak yg beralesan pke m$, btw gwa komenin dikit yah -> Kadang di mata pengguna, gak peduli mau open apa close. Buat user, yg penting kebutuhannya terpenuhi dgn harga semurah mungkin (kalo perlu gratis), titik. Mau open apa close, sebenarnya buat user umum gak penting, toh mereka gak bakalan ikut compile tuh program. Meskipun gratis kalo gak bisa menuhin kebutuhan mereka, gak bakal mereka pake juga lah. Yang penting mah windows. Kalo udah denger di linux .... kabuuur... -> -Game programming pake XNA Framework (framework untuk XBOX360 & PC) -Design Pattern (Rational Suite & Enterprise Architect cuma bisa jalan di windows, belum pernah coba kalo pake Umbrello) Waks, yg dipelajarin keren amir bahasanya, ampus bon ....... btw, kalo ngapain ngembangi konsol om gate yah? kalo matlab ada pengantinya di linux, gwa pernah baca di infolinux. -> -Web Programming (pake ASP 2.0/JSP/Ruby on Rails -- (dua terakhir bisa jalan lewat linux), di kampusQ gak boleh pake PHP soalnya gak Object Oriented (fake OO), n dah banyak source di internet, takutnya tuh anak njiplak) Keren juga kampusnya, kita samperin yuk. Btw, bilang dunk ma dosen-nya, jgn pake java .net vb php asp delphi etc, semua di net banyak source nya, gimana kalo suruh bikin bahasa ndiri, pasti g ada contekannya. Dosen yg cerdas dengan alasan yg supeer cerdas. Fake OO, bukanya delphi yg fake OO, boleh tau sumbernya, jangan2 itu tesis si dosen cerdas tadi, ampun sobb.... kalo ini aku gak setuju banget, harusnya kalo dah masuk level internet yang dah diakses banyak orang, gak perlu ada closed2an segala, harusnya open semua...... kok g setuju, salah tulis ? Gwa sendiri sih juga begitu gape pake linux, mau man g lengkap, mau install pake rpm, kena dependensi, dependesi udah ada harus nginstal satu2, pake yum kaga' konek net. bikin repo lokalan kadang males. Lebih gampangan OpenBSD sob, udah ah malah ngelantur
.
.
@ob: Sory salah tulis  ... Gwa sendiri sih juga ngga begitu gape pake linux.... 
.
.
@linuxer: > PHP soalnya gak Object Oriented (fake OO) Ini gw sepakat. PHP, walaupun mendukung OO, tapi kriteria OO belum semua terpenuhi oleh PHP. Tapi mungkin di versi PHP selanjutnya ini akan trus diperbaiki sehingga PHP bisa full OO, atau setidaknya hybrid. > Fake OO, bukanya delphi yg fake OO, boleh tau sumbernya. Wah, aku protes nih. Sbg programmer Delphi (object pascal), gw gak sepakat kalo Delphi (object pascal) dibilang fake OO. Ada sumbernya (url)? Kalo dibilang hybrid (menggabungkan procedural dan OO) dalam satu bhs, gw masih sepakat. C++ juga termasuk bahasa pemrograman hybrid. Java dan C# (official language for .Net) memang full OO. Everything is object. Tapi ini mempunyai kekurangan juga. So, nothing is perfect. So, bedakan (full) OO, hybrid, fake OO, dan procedural.
.
.
@rama: > PHP soalnya gak Object Oriented (fake OO). Ini gw sepakat. PHP, walaupun mendukung OO, tapi kriteria OO belum semua terpenuhi oleh PHP. Tapi mungkin di versi PHP selanjutnya ini akan trus diperbaiki sehingga PHP bisa full OO, atau setidaknya hybrid. > Fake OO, bukanya delphi yg fake OO, boleh tau sumbernya. Wah, aku protes nih. Sbg programmer Delphi (object pascal), gw gak sepakat kalo Delphi (object pascal) dibilang fake OO. Ada sumbernya (url)? Kalo dibilang hybrid (menggabungkan procedural dan OO) dalam satu bhs, gw masih sepakat. C++ juga termasuk bahasa pemrograman hybrid. Java dan C# (official language for .Net) memang full OO. Everything is object. Tapi ini mempunyai kekurangan juga. So, nothing is perfect. So, bedakan (full) OO, hybrid, fake OO, dan procedural.  wah seru nih kayaknya...sayang baru baca sekarang.... mau sedikit kasih pendapat aja.... menurut saya, tidak ada yang namanya full OO, hybrid OO atau fake OO (saya justru ingin tahu atas dasar apa suatu OOP diconcept dikatakan full OO, fake OO atau hybrid). karena OOP itu hanya "konsep"....Masalah penggunaan OO sendiri, itu bergantung kepada pemahaman programmer dalam mengimplementasikan konsep OOP. Saya tidak mengatakan OOP di PHP adalah 'fake OO', menurut saya memang OOP menggunakan PHP berbeda dengan bahasa pemrograman yang lain (mengingat variabel di php bisa menampung segala macam tipe data tanpa perlu deklarasi tipe data....). Kalau boleh tau, apa kekurangan Java dan C#.NET ? Saya sih masih belum menemukan kekurangan pada kedua bahasa tersebut....kecuali pada masing2 IDE nya. Mengenai Windows dan Linux, menurut saya itu bergantung pada selera dan kebutuhan.... Windows bayar tp lebih efisien dalam penggunaan (dan develop) Linux free (bbrp) tp butuh effort lebih dalam penggunaannya.... Utk desktop, saya masih memilih windows (kecuali Vista)
Utk server, saya masih memilih Unix.

.
.
@PBINQ: kekurangan fatal Linux 1. jika mau nambah program susah banget . tidak ada installer/setup seperti windows , jadi harus manual chmod,bikin folder baru, dll (paling parah dari Linux)( dan sampai sekarang gak ada perbaikan, masi di bikin susah)  2. tidak ada device manager semudah windows (susah untuk install dan uninstall driver2 ) 3. file explorer rumit, tidak semudah windows (contolah windows) 4. seharusnya user tidak perlu tahu semacem root segala ( user itu ya hanya user ) ini membuat Linux jadi sulit, kelihatan susah. itu yang pertama2 harus diperbaiki Linux
.
.
@linuxer: @pbinq: Mbok nyoba dulu sebelum ngomong. Semua yg sampeyan bilang "fatal" itu udah diperbaiki sejak jaman Ubuntu 6. Udah beberapa tahun yg lalu tuh! Komentarnya basbang nih! @rama: > karena OOP itu hanya "konsep". Betul, OOP itu konsep. Tapi, sebagaimana konsep2 yg lain, pasti ada kriteria2 dasar yg harus dipenuhi agar bisa dikatakan sesuatu menerapkan konsep tertentu. Kalo gak ada kriteria, gmn kita menilai penerapan dari sebuah konsep? Krn itu berkembanglah istilah2 seperti fake OO, hybrid OO, dan full OO. > saya justru ingin tahu atas dasar apa suatu OOP diconcept dikatakan full OO, fake OO atau hybrid Kriteria konsep OOP terdari dari: 1. Class 2. Object 3. Method 4. message passing 5. Inheritance 6. Encapsulation 7. Abstraction 8. polymorphism
Penjelasan detilnya silakan cari di internet atau buku2 OOP. Dari situ kan jelas... bhs yg dikatakan full OO (atau pure OO) adalah yg memenuhi seluruh kriteria OOP tanpa kompromi. Di antara beberapa bhs yg full OO atau hybrid OO, bisa jadi penerapannya berbeda, tapi kriteria2 di atas tetap terpenuhi. Single inheritance dan multi inheritance adalah contoh perbedaan penerapan konsep, tapi keduanya tetap memenuhi kriteria dasar inheritance. Hybrid OO adalah bhs yg menerapkan seluruh kriteria OOP tapi juga masih memungkinkan untuk membuat program tanpa OOP di bhs tsb. Pascal dan C++ misalnya. Kita bisa bikin program yg sepenuhnya menerapkan OO, tapi kita juga bisa bikin program yg sama sekali gak pake OO, bahkan kita boleh mencampur paradigma OOP dgn non-OOP dalam satu program yg sama. Fake OO adalah bhs yg "ngakunya" menerapkan OO tapi beberapa kriteria dasar dari konsep OO tidak terpenuhi. Di JavaScript misalnya, konsep encapsulation gak terpenuhi krn semua elemen class bersifat public. Memang dgn trik tertentu kita bisa membuat elemen class seolah-olah private, tapi itu lebih sbg language hack daripada language feature. > Kalau boleh tau, apa kekurangan Java dan C#.NET ? Saya sih masih belum menemukan kekurangan pada kedua bahasa tersebut....kecuali pada masing2 IDE nya. Ok. Kita fokus pada bhs aja ya, jgn melebar ke IDE dan platform, ntar malah kemana-mana. Segala sesuatu, apapun itu, pasti punya kelebihan dan kekurangan. Kalo kita gak bisa menemukan kekurangannya, ada 2 kemungkinan: sesuatu itu sebenarnya gak ada (hanya berupa konsep yg idealis), atau kita terbutakan krn suatu hal (fanatisme?). Mencari kekurangan Java dan C# gak perlu repot2. Udah banyak kok yg mbahas itu di internet. Google is your friend.  > Mengenai Windows dan Linux, menurut saya itu bergantung pada selera dan kebutuhan. Sepakat!  > Windows bayar tp lebih efisien dalam penggunaan (dan develop). Linux free (bbrp) tp butuh effort lebih dalam penggunaannya. Nah, ini yg gak sepakat. Saya dulu biasa programming di Windows. Tapi kemudian migrasi sepenuhnya ke Linux (Ubuntu). Dan ternyata, development di Linux sama aja kayak development di Windows. Maksudnya, ya sama mudahnya, sekaligus juga sama sulitnya. Ini menurut saya hanya masalah "kebiasaan" aja. Krn terbiasa dgn cara2 tertentu di Windows, maka kita otomatis akan menggunakan cara2 tsb di Linux, tapi kita lupa bahwa Linux bukan Windows dan Windows juga bukan Linux.  Setelah beberapa tahun menggunakan Linux, waktu saya nyoba Windows lagi, malah merasa kesulitan. Ya krn itu tadi, dalam beberapa tahun terakhir, saya terbiasa dgn cara2 di Linux dan melupakan cara2 di Windows. Jadi, sulit dan efisien itu sangat relatif, tergantung kebiasaan (dan pembiasaan).

.
.
@rama: Dari situ kan jelas... bhs yg dikatakan full OO (atau pure OO) adalah yg memenuhi seluruh kriteria OOP tanpa kompromi. Di antara beberapa bhs yg full OO atau hybrid OO, bisa jadi penerapannya berbeda, tapi kriteria2 di atas tetap terpenuhi. Single inheritance dan multi inheritance adalah contoh perbedaan penerapan konsep, tapi keduanya tetap memenuhi kriteria dasar inheritance. Hybrid OO adalah bhs yg menerapkan seluruh kriteria OOP tapi juga masih memungkinkan untuk membuat program tanpa OOP di bhs tsb. Pascal dan C++ misalnya. Kita bisa bikin program yg sepenuhnya menerapkan OO, tapi kita juga bisa bikin program yg sama sekali gak pake OO, bahkan kita boleh mencampur paradigma OOP dgn non-OOP dalam satu program yg sama. Fake OO adalah bhs yg "ngakunya" menerapkan OO tapi beberapa kriteria dasar dari konsep OO tidak terpenuhi. Di JavaScript misalnya, konsep encapsulation gak terpenuhi krn semua elemen class bersifat public. Memang dgn trik tertentu kita bisa membuat elemen class seolah-olah private, tapi itu lebih sbg language hack daripada language feature. Thanks atas penjelasannya... Saya baru tau penggolongan tsb...karena saya belum pernah melihat programmer yang menggunakan hybrid OO....umumnya selalu pilih 100% OOP atau 100% non OOP. utk Javascript sih, kalau saya pribadi justru tidak pernah menganggap itu sebagai programming language *tdk perlu dibahas...ini pandangan pribadi saya saja > Windows bayar tp lebih efisien dalam penggunaan (dan develop) Linux free (bbrp) tp butuh effort lebih dalam penggunaannya. Nah, ini yg gak sepakat. Saya dulu biasa programming di Windows. Tapi kemudian migrasi sepenuhnya ke Linux (Ubuntu). Dan ternyata, development di Linux sama aja kayak development di Windows. Maksudnya, ya sama mudahnya, sekaligus juga sama sulitnya. Ini menurut saya hanya masalah "kebiasaan" aja. Krn terbiasa dgn cara2 tertentu di Windows, maka kita otomatis akan menggunakan cara2 tsb di Linux, tapi kita lupa bahwa Linux bukan Windows dan Windows juga bukan Linux. haha maaf...saya tarik ucapan saya... karena saya bbrp waktu yang lalu develop menggunakan C#.NET (baru sekarang pindah ke java struts) jadi saya terpaku pada IDE Visual Studio (linux kan tidak ada VS) *tidak perlu dibahas IDEnya... ya sayangnya tidak semua bahasa pemrograman support di linux....
.net misalnya...meski ada mono (ya sayangnya mono belum support semua fitur yang ada di .net nya windows) itu yang membuat saya sampai sekarang belum mau beralih ke linux selain masalah instalasi driver vga utk ati. sekalian saya mau tanya aja, bagaimana cara install driver vga utk ati radeon (saya pakai x1600). saya sudah install sesuai user guide di official website nya ati dan bbrp website lain, tapi selalu gagal / kadang bentrok dengan program lain (ex:saat play video, selalu restart sendiri. Saya install ulang linuxnya, ternyata ini terjadi setelah saya install driver vganya...) ada yang bisa bantu beri solusi ?

thanks 
.
.
@bogey: > Saya baru tau penggolongan tsb...karena saya belum pernah melihat programmer yang menggunakan hybrid OO Kalo Anda ketemu programmer pascal/delphi atau C++, hampir bisa dipastikan dia mempraktekkann hybrid OO. Sesuatu yg mungkin dia sendiri gak sadar. > utk Javascript sih, kalau saya pribadi justru tidak pernah menganggap itu sebagai programming language Nggak butuh anggapan pribadi untuk menilai sesuatu sebagai programming language atau bukan. Krn sesuatu agar bisa dikatakan programming language, juga punya kriteria, minimal bisa melakukan 2 hal berikut: 1. percabangan (seleksi kondisi). 2. Perulangan. Perkara itu compiled atau interpreted, itu masalah lain. Tapi scr konseptual, jika telah memiliki 2 kemampuan di atas, layak disebut sbg programming language. Bahkan batch file (.bat di dos/win) atau shell script (.sh di linux) secara konseptual bisa disebut sbg programming language juga. > ya sayangnya tidak semua bahasa pemrograman support di linux.... .net misalnya...meski ada mono (ya sayangnya mono belum support semua fitur yang ada di .net nya windows) itu yang membuat saya sampai sekarang belum mau beralih ke linux. Menurut saya, itu bukan salah Linux, tapi salah Anda memilih bhs pemrograman dan environment-nya. Kita semua kan tau bahwa C# dan .Net adalah produk proprietary dari Microsoft. Mengharapkan itu bisa jalan di Linux memang bukan gak mungkin, tapi naif dan lucu! Apalagi pada dasarnya C# dan .Net memang ditujukan hanya dan untuk platform Windows. Yg mengatakan bahwa .Net itu cross platform udah ketipu ama Mono, kecuali yg dimaksud cross platform itu adalah antar sesama OS buatan Microsoft. So, kalo mau goes cross platform, pilihlah segala hal (gak cuman programming language aja, tapi termasuk IDE, dlsb) yg memang dirancang untuk cross platform. Java adalah salah satu contoh bagus. Tapi scr pribadi saya kurang suka krn Java gak native (butuh VM). Pilihan saya adalah object pascal (dgn compiler FreePascal dan IDE Lazarus). > sekalian saya mau tanya aja, bagaimana cara install driver vga utk ati radeon (saya pakai x1600). saya sudah install sesuai user guide di official website nya ati dan bbrp website lain, tapi selalu gagal Anda pake Linux apa? Distro dan versi brp? Temen saya pake Ubuntu Gutsy gak ada masalah dgn vga ati-nya. Tapi gak tau persis ati yg seri berapa. Mungkin ada rekan lain yg bisa membantu
.
.
@pemakandata: jawabannya simple karena DOTA gak bisa dijalanin di linux karena itu pada pake windows semua.... wkwkwwk dasar gamers untung gw bukan dota mania
.
.
@adinugroho: yakin mas, DOTA gak bisa jalan di linux.... saya sudah 1 tahun ini main DOTA di linux, hehe....pake WINE aja udah bisa kok
.
.
@airmineral: karena di linux lom bisa autocad + 3dmax.  mo cari yang sama? banyak di linux program CAD dan 3D, tapi ga ada yang sedahsyat itu. jadi mo gimana lagi... btw, ada ga sih applikasi yang mirip bootcamp nya mac di linux? bisa jalanin windows native. soalnya klo windows jalan under bootcamp lebih stabil dan lebih optimal memanfaatkan resource (klo di benchmark lebih cepetan dikit).
.
.
@ami: Autocad di linux namanya Qcad..cari aja di google.. terus kalau corel di linux namanya inscape...ada lagi flash di linux namanya FLA..pokoknya semua nya ada dech.. cuman photoshop di linux itukan Gimp.. nah menurut saya Gimp ini agak repot.. karena toolnya tidak menyatu dalam satu program.. gimana kawan-kawan...!!
.
.
@ilkomers03: Aku mo nanya sama bogey soal lazarus, aku pernah coba pake terus aku compile program nya kok hasilnya gede banget ya sekitar 11 mb padahal cuma form kosong aja, tolong gimana setting lazarusnya. Makasih
.
.
@bogey: @ilkomers03: Itu masalah yg paling sering ditanyakan. Silakan cari solusinya di wiki lazarus. Googling juga cepet. Gampang kok. Gutlak.
.
.

Tuesday, April 3, 2012

When U Search "Ryan Bakkaru" with Google, U Can Fine This


first page
.
.
.
.
.
2nd

.
.
.
.
.

.
3rd

.
.
.
.
.
.
.
4th

.
.
.
.
.
.
.
.
5th

.
.
.
.
.
.
what do u fine?
.
.
.
.
.
.
.
black shadow...............
.
.
.
'couse I am nothing..............
.
.
.

Monday, August 8, 2011

Hutang : Warisan SBY Untuk Rakyatnya

Hutang Amerika Serikat

Hutang yang dimiliki Amerika Serikat saat ini sudah mencapai 14,3 triliun dollar AS, dan ini cukup membuat Presiden Barack Obama pusing tujuh keliling dan agak sulit mencari solusinya.

Bayangkan saja, ternyata utang itu sudah setara dengan 100% dari produksi domestik bruto (PDB) Amerika Serikat selama setahun. PDB setara dengan pendapatan. Ini artinya, jika Amerika Serikat ingin melunasi utang itu dalam setahun, maka warga Amerika Serikat harus berpuasa selama setahun agar hutangnya lunas. Kalau tak ingin puasa berarti pertumbuhan ekonominya yang harus digenjot paling tidak 1% dalam tahun ini sehingga bisa terlunasi hutang-hutang dalam jangka waktu yang cukup lama.

Hutang ini pun akan semakin membengkak karena kebutuhan biaya rutin untuk membayar bunga utang, membayari jaminan sosial warga lansia, dan lain-lain. Pembayaran skema hutang dari pajak sangat ditentang oleh Partai Republik. Jadi harus dicari sumber pendapatan non-pajak, misalnya dari bahan bakar fosil, perdagangan, industri dan pariwisata.

Hutang Indonesia

Pemerintah Republik Indonesia mengumumkan, pada tanggal 31 Mei 2011, negara ini memiliki hutang sebesar US$ 201,07 miliar atau Rp 1.716 triliun dengan kurs Rp 8.537 per dolar AS. Hutang ini melonjak naik dibandingkan posisi akhir 2010, yang tercatat Rp1.676 triliun.

Dalam data yang terdapat pada Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, hutang tersebut lebih dari setengahnya dalam bentuk Surat Berharga Negara. Proporsi pinjaman luar negeri adalah sebesar 34%, sedangkan pada SBN sebesar 65,7%. Bila dilihat dari mata uang, utang tersebut mayoritas dalam bentuk dolar AS, kecuali SBN dalam mata uang rupiah yang nilainya Rp 955 triliun atau setara US$112 miliar. Catatan ini merupakan angka sangat sementara.

Suramnya kondisi yang dimiliki Indonesia pada saat ini dalam hal finansial, masih ada kabar baik yang bisa kita terima di sini, kabar baiknya adalah rasio antara GDP (Produk Domestik Bruto) dengan hutangIndonesia menurun jadi 26% di tahun 2011 ini. Secara sederhananya, jika seorang warga rakyat Indonesia mempunyai penghasilan sebesar Rp 1.000.000 maka beban hutang seorang rakyat Indonesia di manapun berada, tua ataupun muda, sebesar Rp. 3.120.000 untuk tahun ini.

Jika kita bandingkan dengan negara Amerika Serikat pada tahun 2010 kemarin rasio GDP yang dimiliki oleh negara tersebut adalah sebesar 97%, artinya kalau penghasilan warga amerika 1.000.000 maka hutang yang dimiliki oleh setiap orangnya adalah sebesar 11.640.000, sungguh angka yang cukup fantastis mengingat selama ini kita selalu beropini bahwa Amerika merupakan negara adidaya baik secara militer maupun secara ekonomi.

Pemerintahan SBY yang sudah memasuki dua periode jabatan, ternyata memiliki andil yang cukup besar dalam menggelembungkan utang negara. Sejak tahun 2004 hingga 2010, utang negara bertambah US$ 45,42 milyar dollar atau sekitar Rp 408,78 trilyun. Jadi dari 50,56% peningkatan utang negara sejak 2001, pemerintahan SBY menyumbangkan peningkatan utang sebesar 37,10%. Jika dihitung sejak tahun 1970 dengan jumlah utang pemerintah pada saat itu mencapai US$ 2,77 milyar, maka utang negara selama 40 tahun terakhir bertambah sebesar 6.589,53%.

Beda Negara Beda Hutangnya, Beda Pula Masalahnya

Krisis ekonomi yang melanda Eropa, misalnya di Yunani dan Portugal, seberat apapun masih bisa dicarikan solusinya dan bisa diterapkan agar bangkit kembali ekonominya. Begitu juga dengan krisis hutang di Amerika, tampaknya Presiden Obama akan berjuang keluar dari masalah ini. Di Eropa dan Amerika, masalah ekonomi tidak banyak bercampur dengan urusan politik, begitu juga sebaliknya.

Bagaimana dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta???

Selama 11 tahun terakhir, negara telah membayar utang sebesar Rp 1.596,1 trilyun dan 54% di antaranya atau sekitar Rp 864,67 trilyun adalah untuk membayar bunga utang yang jatuh tempo.

Jumlah keseluruhan pembayaran utang pemerintah tersebut lebih dari 7,8 kali penerimaan APBN 2000, 4,7 kali penerimaan APBN 2003, 2,5 kali penerimaan APBN 2006, dan 1,6 kali penerimaan APBN 2010. Jumlah ini juga hampir menyamai jumlah utang negara tahun ini Rp 1.667,7 trilyun. Sedangkan total pembayaran bunga utang pemerintah lebih besar dari anggaran penerimaan pajak tahun ini Rp 743,3 trilyun.

Meski Indonesia telah membayar utang sebesar Rp 1.667,7 trilyun selama 11 tahun terakhir, utang Indonesia selama pemerintahan SBY tidak menjadi turun tetapi justru makin membengkak dari jumlah utang pada tahun 2000 yakni Rp 1.235 trilyun. Bahkan jika dibandingkan jumlah utang pemerintah tahun 1998 sebesar Rp 553 trilyun, jumlah utang pemerintah Indonesia tahun ini bertambah 3 kali lipat sejak krisis moneter.

Jadi masalah hutang ini butuh waktu yang lama untuk pelunasannya, untuk membayar bunga hutangnya saja sudah begitu banyak menguras kas negara. Kalau saja kas negara murni tanpa diambil secara tak wajar (dikorupsi), maka paling tidak akan meringankan pemerintah untuk pembayaran cicilan bunga hutang tersebut.

Hingga habis masa jabatan Presiden SBY, masalah hutang ini sepertinya belum selesai atau malah makin parah, karena belum tuntasnya pemberantasan korupsi di negeri ini yang efeknya membebani kas negara, belum lagi untuk belanja rutin pegawai yang bulan ini membengkak untuk THR dan gaji kesekian. Lalu sang presiden akan mewariskan hutang yang berlimpah pada penggantinya. Dan pada setiap bayi yang lahir di negeri ini akan mendapat warisan sebesar Rp. 3.120.000 dari pemerintah, warisan hutang dan cicilan bunga hutangnya.

Saat ramainya bursa nama dalam Pilpres 2014 mendatang, maka isu korupsi dan pelunasan hutang negara demi kesejahteraan rakyat harusnya menjadi prioritas utama. Bila terdengar nama Sri Mulyani dalam bursa tersebut, mungkin ada sedikit harapan dalam penyelesaian masalah ekonomi negeri ini, dan beliau harusnya memilih pendamping yang tepat untuk penyelesaian isu korupsi yang menerpanya. 

Hal ini berlaku juga buat Capres-Capres lainnya yang berniat mencalonkan diri. Jangan sampai isu korupsi dan hutang negara malah akan makin menguap hilang tanpa jejak saat kampanye nanti.