Thursday, July 14, 2011

CAD 60

Ngantuk Setelah Maksi, Why?


Penyakit orang Indonesia pada umumnya (atau hanya gw sendiri aja kali) adalah ngantuk setelah acara makan siang (maxi). Entah itu makan spagetti, fetuccinni, gado-gado, ketoprak, mie goreng, ikan bakar, tempe orek, apapun makanannya (minumnya air putih), pasti nguap-nguap abis makan. Yang hobi ngerokok, ngilangin ngantuk, ya nyulut rokok, kalo yg ngga suka ngerokok, ya nyulut kebakaran aja, atau cari gara-gara biar ngga ngantuk.

Kenapa sih suka ngantuk abis maxi?

Satu : Sarapan. Kalimat klise ini jangan diremehkan. Sarapan memang penting artinya bagi aktivitas sehari-hari. Pilihan makanan yang salah bisa bikin hari Anda berantakan. Sebuah penelitian juga membuktikan, sarapan yang benar dapat meningkatkan konsentrasi dan membuat Anda merasa lebih baik dari sisi mental dan fisik.

Rahasianya, kombinasi makanan yang tepat. Nah, yang diperlukan di pagi hari adalah duet karbohidrat untuk energi dan protein untuk daya tahan tubuh. Misalnya, makan roti gandum dengan keju atau selai kacang. Selain itu makan sereal dengan buah atau telur dengan roti gandum juga bisa jadi pilihan. Kalo kalangan bawah kayak gw sih cukup makan nasi ketan dua bulatan plus gorengan.

Jangan makan makanan berat (batu, barbel, beton dll) yang membuat perut bekerja maksimal. Misalnya, sarapan nasi goreng di pagi hari bisa membuat tubuh Anda lelah mengunyah. Energi yang digunakan perut untuk memproses nasi bisa membuat Anda mengantuk. Pilih makanan yang ringan berserat sehingga mudah dikunyah.

Kedua : Kurang Gerak. Jangan duduk-duduk saja di kantor atau kios atau bengkel atau counter atau kubik. Walau pekerjaan banyak, tapi Anda pasti punya waktu untuk bergerak. Dari pada sms-an, BBM-an atau berbicara lewat fasilitas chatting sama temen di seberang meja, lebih baik Anda datangi teman Anda untuk menyegarkan badan yang kaku karena duduk seharian.

Gerakan sedikit apapun bisa membantu meningkatkan sirkulasi darah dan mengirim oksigen serta nutrisi penting ke tubuh dan otak. Jadi, selalu sempatkan diri untuk bergerak walau itu hanya sekedar pergi mengambil minum ke dispenser. Atau pura-pura kebelet mau ke belakang, atau lemparkan pinsil Anda agak jauh lalu ambil lagi (kayak si Guk jadinya), tapi yang penting move on maaaan.

Ketiga : Maxi Proporsional. Semua orang pastinya kalo kebanyakan makan akan menimbulkan kantuk. Anggapan itu sama sekali nggak salah. Jangan kalap ketika makan siang, apa aja yang terhidang di meja langsung sikat, apalagi kalo makannya di Warung Padang, semeja isinya cuma makanan, kirain gratis semua. Bagi porsi makan Anda dengan pintar. Makan sedikit di siang hari, kemudian lanjutkan dengan ngemil buah-buah segar atau roti atau siomay atau batagor atau pempek menjelang sore hari.

Keempat : Ngemil Tak Sehat. Makan cokelat memang bisa mendongkrak energi. Tapi sayangnya hanya untuk sementara. Satu jam kemudian Anda sudah loyo lagi. Daripada mengejar kalori dari cokelat, sebaiknya cari kudapan yang juga kaya protein dan karbohidrat. Misalnya biskuit gandum atau kudapan rendah kalori lainnya.

Kelima : Tidur Berkualitas. Beberapa dari Anda mungkin sudah bosan mendengar kalimat tadi. Tapi memang faktanya, tidur cukup dan berkualitas sangat baik untuk kesehatan dan bisa menghindari Anda dari berbagai penyakit. Jika pulang terlambat, jangan kemudian duduk di depan televisi. Sebisa mungkin langsung ganti baju, membersihkan diri, lalu tidur. Minum susu atau air putih hangat sebelum tidur juga dipercaya bisa membuat istirahat Anda lebih nyaman. Usahakan selalu tidur 7-10 jam sehari.

Kalo kelima hal di atas masih membuat anda ngantuk sehabis maxi, maka ikuti tips keenam.

Keenam : Ke Dokter. Jangan ke dokter kandungan, ke dokter anak apalagi ke dokter hewan, ke dokter umum aja dulu, kalo udah diperiksa lalu ada rujukan ke dokter spesialis, ya kudu periksa.

Di tempat saya tiap pagi sering ada pemeriksaan, “Selamat Pagi, Mas, pemeriksaan rutin, perlihatkan KTP, SIM dan STNK, foto Jupe kalo ada. Tapi berhubung Mas jelek, silahkan lanjutkan perjalanan, ini razia orang ganteng ajah”.

Enjoy your lunch.

CAD 59

Pak Presiden Ber-golf Ria di Lereng Gunung Tidar




Urusan negara kalau dipikirin terus tak akan ada habis-habisnya, satu datang seribu menghadang, satu selesai sejuta meradang.

Maka ini tentunya butuh penyegaran, apalagi buat kepala negara sebesar Republik Indonesia, yang akar permasalahannya telah menghujam ke perut bumi, sangat sulit penyelesaiannya, malah kadang menyelesaikan masalah dengan segudang masalah. Sambil kunjungan kenegaraan tak ada salahnya menganyunkan stik di lereng Gunung Tidar.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan para pembantu dekatnya menyempatkan diri di sela-sela kegiatan kenegaraan dengan bermain golf di Borobudur International Golf & Country Club (BIGCC) Magelang, Rabu (13/7/2011) siang. Presiden SBY tiba di Magelang sekitar pukul 10.15, dan langsung mengikuti kegiatan yang dijadwalkan. SBY disertai Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Gubernur Jateng Bibit Waluyo, Kapolda Jateng Irjen Pol Didiek Sutomo Triwidodo, serta beberapa pejabat tinggi negara lainnya.

Semua kegiatan SBY tertutup, dan bahkan hampir semua acara resmi di lingkungan Akademi Militer (Akmil) Magelang dijauhkan dari jangkauan jurnalis. Pengamanan di BIGCC Magelang sangat ketat. Karyawan BIGCC Magelang yang biasa merawat rumput dan lapangan setiap saat, tidak diperbolehkan berada di sekitar area yang digunakan rombongan SBY untuk relaksasi dari hiruk pikuk di tengah masyarakat. Tak hanya karyawan BIGCC Magelang, petugas dokumentasi dari Penerangan Humas Akmil pun dilarang mendekat oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Petugas ini biasanya selalu ada di setiap kegiatan Akmil untuk mendokumentasikan kegiatan.

Terlihat yang menyertai Beliau di lokasi sangat terbatas dan dengan pengamanan yang sangat ketat, bahkan petugas dokumentasi pun dilarang mendekat. Alhasil sumber dokumentasi hanya dipegang oleh orang-orang tertentu saja.

Tampaknya Pak SBY sangat hati-hati sekali ketika itu, dan sangat menjaga jarak dengan media, apalagi kalau saya ada di situ, kayaknya cuma bisa dari Ring 10 aja melihatnya, dari jauuuuh sekali. Kalo mau ambil gambar paling hanya kecil-kecil kelihatannya.

Ada apa dengan media Yang Mulia Bapak Presiden?

Sumber : Tribun Jogja, M Nur Huda

CAD 58

Kue Itu Bernama Wisma Atlet

Ibarat kata mau ngadain pesta atau selametan, maka dibikin kue yang agak gede, biayanya ngga tanggung-tanggung, hanya 191,6 milyar perak. Buat penghormatan bagi yang hadir maka tuan rumah berkenan membagi-bagi kue tersebut sesuai dengan status dan jabatan sang tamu.

Dalam daftar hadir tamu tercatat :

1. Mohammad El Idris
2. Dudung Purwadi
3. Mindo Rosalina Manullang, dapat segepok uang asing dan cek senilai Rp 3,2 miliar.
4. Muhammad Nazaruddin, dapet 13 persen kue
5. Yulianis dan 5b. Oktarina Furi, 2 staf keuangan Nazaruddin
6. Alex Nurdin disebut mendapat jatah 2,5 persen.
7. Komite Pembangunan Wisma Atlet mendapat jatah 2,5 persen
8. Panitia Pengadaan mendapat jatah 2,5 persen
9. Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga dapat sebanyak 2 persen.
10. Rizal Abdullah, juga disebut mendapat Rp 400 juta
11. Lalu sebesar Rp 80 juta dikabarkan diterima Sekretaris Komite Musni Wijaya.
12. Adapun Bendahara Komite Amir Faizol menerima Rp 30 juta.
13. Asisten Perencanaan, Aminuddin, dapat sebesar Rp 30 juta,
14. Asisten Administrasi dan Keuangan, Irhamni, dapat sebesar Rp 20 juta,
15. Asisten Pelaksanaan Fazadi Abdanie dapat sejumlah Rp 20 juta,
16. Ketua Panitia M. Arifin dapat sebanyak Rp 50 juta,
17. Anggota Panitia Sahupi dapat sebanyak Rp 25 juta,
18. Anwar mendapat Rp 25 juta,
19. Rusmadi dapat sejumlah Rp 50 juta,
20. Sudarto dapat Rp 25 juta,
21. Darmayanti dapat Rp 25 juta, dan
22. Heri Meita mengantongi Rp 25 juta.

(Sumber : Tempo Interaktif, WDA | DIANING SARI)

Jadi Pak Jaksa hanya menyebut 23 orang aja yang tercatat dalam daftar tamunya, dan dalam perjalanan pestanya mungkin akan ada pengurangan atau penambahan. Atau mungkin pestanya ngga jadi, karena ngga ada bukti acara bagi-bagi kue.

Jadi, The Letter K ini milik siapa?