Thursday, August 7, 2014

DEPOK : SURGA PENGIKUT ISIS JAWA BARAT

.
.
.
.
.
.
.
.
Gerakan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) terus bergerilya untuk mencari anggota baru di Jawa Timur. 

Buktinya, Badan Intelijen Negara (BIN) mencium adanya satu keluarga di Lamongan, Jawa Timur yang bergabung dengan gerakan tersebut. 

"Satu keluarga yang berjumlah 7 orang bergabung dengan ISIS di Lamongan, Jawa Timur. Mereka bergabung pada 21 Juli lalu," kata Kepala BIN Wilayah Jatim Brigjen TNI Andi Zainudin Azikin usai menggelar pertemuan dengan ulama dan jajaran Forpimda di Gedung Negera Grahadi, Surabaya, Kamis (7/8/2014). 

Sayangnya, Andi tidak menyebut secara detail lokasi keluarga yang bergabung dengan ISIS itu. Menurutnya, Gerakkan ISIS di Jawa Timur ini berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya. 

Dalam kesempatan itu, Andi juga menyebut aktivitas ISIS terdeteksi di Dusun Sempu, Gading Kulon, Kecamatan Dau, Malang dan juga beredar informasi akan menggelar kegiatan di Kecamatan Balong Bendo, Sidarjo. "Pengikutnya berpotensi terus bertambah jika terus dibiarkan," ujarnya. 

Ia menjelaskan, gerakan yang berasal dari Iraq ini menyasar di 50 negara. Dan Indonesia menjadi salah satu gerakan tersebut. 

Setidaknya, ISIS memiliki 7 ribu militansi yang terus bergerilnya. Mereka masuk secara bebas dari Turki dan menyebar ke 50 negara itu. 

Kapolda Jatim Irjen Pol Unggung Cahyono menambahkan, pihak kepolisian telah melakukan idnetifikasi pencegahan terhadap meluasnya gerakan ini. Salah satunya adalah di Wilayah Malang, Jawa Timur. 

“Kemarin di Malang kita identifikasi. Tapi sementara ternyata sudah meninggalkan tempat semuanya. Mereka itu pendatang dan masyarakat setempat menolak,” jelasnya. 

Kapolda juga mengaku tengah melakukan identifikasi di Kabupaten Lamongan. Yang dilakukan oleh pihak kepolisian adalah mencegah. 

Bahkan, rencana ISIS untuk melakukan pembaiatan di Balong Bendo, Sidoarjo tidak jadi dilakukan dan sudah meninggalkan tempat. 

Untuk langkah pencegahan ini, Polisi bersinergi dengan Babinkamtibmas, Babinsa dan kepala desa se-Jatim. 

“Kita fokus ke pendatang baru. Yang jelas setiap malam dilakukan razia (sajam, senpi dan handak),” pungkasnya.
.
.
.