Thursday, August 7, 2014

ANCAMAN BOM TV ONE : 10 AGUSTUS

Terlalu, TVONE Kuliti KPU!

Sono Rumekso

07 Aug 2014 | 07:47

STASIUN televisi dengan jargonnya 'memang beda' ini sejak penarikan diri kubu Prabowo pada tanggal 22 Juli 2014 yang lalu, terus mengupas habis KPU. Kecurangan Pilpres yang sistimatis, terstruktur dan massif acapkali menjadi topik yang dibahas. Nara sumber yang dihadirkan baik dari para pengamat politik, pakar hukum atau mantan komisioner KPU seolah menelanjangi habis kinerja KPU. Salah satu anggota tim seleksi pemilihan komisioner KPU yang lalupun digiring untuk mengatakan adanya yang 'tidak beres' dengan integritas komisioner KPU. Pertanyaan moderator apakah ada anggota KPU yang mempunyai hubungan keluargapun menjadi salah satu pertanyaan yang disampaikan.

Para pendukung Jokowi,  kalau melihat isi dan bagaimana nara sumber tersebut memberikan pandangan dan komentar yang lebih banyak mengandung subyektifitas kepentingan akan jengah dan emosi. Hal ini dilakukan Tvone dengan sengaja sebagai sebuah agenda. Televisi ini menyaring dan membentuk isi yang berbeda dari sebuah realita yang ada di masyarakat. Ini wajar karena Tvone ini digawangi oleh Bakri, pendukung utama Capres Prabowo. Jika seseorang sejak awal menyukai televisi ini dan sangat loyal, pikiran dan ide yang ada dipikirannya pun akan tertukar dengan pesan yang disampaikan oleh media ini.

Tvone menurut saya, menyajikan realitas, dengan nara sumber pilihan yang sudah diketahui berpihak pada dirinya, tidak secara seutuhnya dan membelokkan (secara kasar) dengan memberikan penonjolan pada aspek tertentu. Aspek tertentu inilah yang dikelola oleh Tvone untuk terus disorot, dibahas dibicarakan oleh nara sumber yang telah dipilih tersebut. Kita melihat, ungkapan kecurangan yang dilakukan oleh KPU secara sistimatis, terstruktur dan massif selalu menjadi agenda (aspek) yang dibahas. Pesan itu diulang-ulang, termasuk melalui pernyataan-pernyataan Prabowo yang cenderung provokatif. Tidak ada satu pendapatpun yang mengapresiasi kinerja KPU, padahal luar biasa apa yang dilakukan untuk bangsa ini.

Bagi pendukung Prabowo, Tvone mampu mengobarkan semangat untuk terus berjuang. Terus berjuang karena telah dicurangi oleh KPU. Kecurangan itulah yang harus diungkap. Di sini Tvone berhasil melakukan mobilsasi massa untuk melakukan tindakan-tindakan. Contoh konkrit demonstrasi dengan kekerasan di Surabaya dan di Sumatera.

Beberapa kali mantan komisioner KPU diundang untuk diskusi di Tvone. Topik yang dibahas tidak pernah berbeda. Wadah yang disedikan oleh Tvone menjadi ajang pelampiasan mantan komisioner KPU untuk 'curhat' banyaknya kelemahan komisioner KPU periode sekarang dengan membandingkan pencapaian dirinya di masa yang lalu. Kritik-kritik tajam disampaikan kepada KPU, belum lagi pendapat para pakar yang seolah 'mendiskreditkan' performa komisioner KPU  sekarang ini.

Tvone, saya yakin akan terus melakukan 'framing' ini sebagai bagian dari media kampanye dan menyuarakan kepentingan Prabowo. Tvone akan menetralkan setiap informasi yang disampaikan ke publik oleh media lain yang, kebetulan menjadi kompetitornya. Sangat bisa dipahami, tetapi jika informasi yang disampaikan adalah dengan membelokkan kebenaran dan realita yang ada, tentu akan merugikan dirinya sendiri. Terbukti, dengan menampilkan hasil quick count dari lembaga yang tidak kredibel, saham Tvonepun anjlok.
.
.