Monday, August 11, 2014

DAMAINYA PEMBAGIAN SEDEKAH BUMI DARI PARA AHOK DI KELENTENG ENG AN KIONG

.
.
Memperingati sedekat bumi, Klenteng Eng An Kiong membagikan sebanyak 12 ribu paket sembako, Ahad 10 Agustus 2014. Paket sembako terdiri dari beras 3,5 kilogram dan sebungkus mie instan. Ribuan orang mengantre berjam-jam untuk mendapatka paket sembako.

"Disiapkan beras 50 ton, meningkat dibanding tahun lalu 35 ton," kata Ketua I Yayasan Tri Dharma Eng An Kiong, Subandi. Total tersalurkan sebanyak 10 ribu paket sembako. Sehingga tersisa sebanyak 2 ribu paket. Sembako tersebut merupakan sumbangan dari umat yang beribadah di Klenteng Eng An Kiong.

Pembagian sembako gratis rutin diselenggarakan setiap tahun. Sebelum pembagian sembako diawali dengan ritual sembahyang mendoakan arwah leluhur. Diawali dengan "sembahyang rebutan" atau King Hoo Ping yang diselenggarakan di Klenteng yang berdiri sejak 1825. Sembahyang rebutan, karena saat itu pintu surga dan neraka dibuka. 

Sehingga saat itu, waktu tepat arwah leluhur turun ke dunia. Sehingga menjadi waktu yang tepat untuk umat Khonghucu mendoakan arwah keluarga. Awalnya, sembako diberikan secara terbatas untuk umat Khonghucu, Budha Mahayana dan Tao. Tapi kini, tak terbatas dari latar belakang agama tertentu. 

Ribuan warga miskin datang menerima paket sembako saat sedekah bumi. Mereka tak diundang, tapi mereka secara sadar hadir di Klenteng saat sedekah bumi atau pembagian sembako. Ribuan warga antre dan berdesakan untuk mendapatkan paket sembako. Mereka bahkan berhimpitan, beruntung sejumlah petugas Kepolisian sigap mengatur warga.

Anas, warga Kotalama Kota Malang datang bersama suami dan anaknya. Total ia menerima tiga paket sembako. Setiap tahun, ia rutin mengantre untuk mendapatkan paket sembako. "Lumayan untuk kebutuhan hidup," katanya.
.
.
Memperingati sedekat bumi, Klenteng Eng An Kiong membagikan sebanyak 12 ribu paket sembako, Ahad 10 Agustus 2014. Paket sembako terdiri dari beras 3,5 kilogram dan sebungkus mie instan. Ribuan orang mengantre berjam-jam untuk mendapatka paket sembako.

"Disiapkan beras 50 ton, meningkat dibanding tahun lalu 35 ton," kata Ketua I Yayasan Tri Dharma Eng An Kiong, Subandi. Total tersalurkan sebanyak 10 ribu paket sembako. Sehingga tersisa sebanyak 2 ribu paket. Sembako tersebut merupakan sumbangan dari umat yang beribadah di Klenteng Eng An Kiong.

Pembagian sembako gratis rutin diselenggarakan setiap tahun. Sebelum pembagian sembako diawali dengan ritual sembahyang mendoakan arwah leluhur. Diawali dengan "sembahyang rebutan" atau King Hoo Ping yang diselenggarakan di Klenteng yang berdiri sejak 1825. Sembahyang rebutan, karena saat itu pintu surga dan neraka dibuka. 

Sehingga saat itu, waktu tepat arwah leluhur turun ke dunia. Sehingga menjadi waktu yang tepat untuk umat Khonghucu mendoakan arwah keluarga. Awalnya, sembako diberikan secara terbatas untuk umat Khonghucu, Budha Mahayana dan Tao. Tapi kini, tak terbatas dari latar belakang agama tertentu. 

Ribuan warga miskin datang menerima paket sembako saat sedekah bumi. Mereka tak diundang, tapi mereka secara sadar hadir di Klenteng saat sedekah bumi atau pembagian sembako. Ribuan warga antre dan berdesakan untuk mendapatkan paket sembako. Mereka bahkan berhimpitan, beruntung sejumlah petugas Kepolisian sigap mengatur warga.

Anas, warga Kotalama Kota Malang datang bersama suami dan anaknya. Total ia menerima tiga paket sembako. Setiap tahun, ia rutin mengantre untuk mendapatkan paket sembako. "Lumayan untuk kebutuhan hidup," katanya.
.
.
Memperingati sedekat bumi, Klenteng Eng An Kiong membagikan sebanyak 12 ribu paket sembako, Ahad 10 Agustus 2014. Paket sembako terdiri dari beras 3,5 kilogram dan sebungkus mie instan. Ribuan orang mengantre berjam-jam untuk mendapatka paket sembako.

"Disiapkan beras 50 ton, meningkat dibanding tahun lalu 35 ton," kata Ketua I Yayasan Tri Dharma Eng An Kiong, Subandi. Total tersalurkan sebanyak 10 ribu paket sembako. Sehingga tersisa sebanyak 2 ribu paket. Sembako tersebut merupakan sumbangan dari umat yang beribadah di Klenteng Eng An Kiong.

Pembagian sembako gratis rutin diselenggarakan setiap tahun. Sebelum pembagian sembako diawali dengan ritual sembahyang mendoakan arwah leluhur. Diawali dengan "sembahyang rebutan" atau King Hoo Ping yang diselenggarakan di Klenteng yang berdiri sejak 1825. Sembahyang rebutan, karena saat itu pintu surga dan neraka dibuka. 

Sehingga saat itu, waktu tepat arwah leluhur turun ke dunia. Sehingga menjadi waktu yang tepat untuk umat Khonghucu mendoakan arwah keluarga. Awalnya, sembako diberikan secara terbatas untuk umat Khonghucu, Budha Mahayana dan Tao. Tapi kini, tak terbatas dari latar belakang agama tertentu. 

Ribuan warga miskin datang menerima paket sembako saat sedekah bumi. Mereka tak diundang, tapi mereka secara sadar hadir di Klenteng saat sedekah bumi atau pembagian sembako. Ribuan warga antre dan berdesakan untuk mendapatkan paket sembako. Mereka bahkan berhimpitan, beruntung sejumlah petugas Kepolisian sigap mengatur warga.

Anas, warga Kotalama Kota Malang datang bersama suami dan anaknya. Total ia menerima tiga paket sembako. Setiap tahun, ia rutin mengantre untuk mendapatkan paket sembako. "Lumayan untuk kebutuhan hidup," katanya.
.
.