Wednesday, August 6, 2014

Adrian Ludwig, Lead Engineer Android Security Google : Perangkat Android Gak Perlu Antivirus, Waspada Saja pada Apps Pencuri Data Foto, Video, Kontak dan Transaksi Keuangan via Kartu Kredit dan Rekening Anda

Adrian Ludwig, Lead Engineer Android Security Google : Perangkat Android Gak Perlu Antivirus, Waspada Saja pada Apps Pencuri Data Foto, Video, Kontak dan Transaksi Keuangan via Kartu Kredit dan Rekening Anda
.
Saat ini, di Google Play Store terdapat sejumlah aplikasi yang masuk ke dalam kategori antivirus. Seperti namanya, fungsi utama aplikasi ini adalah untuk menangkal serangan program jagat.

Pengguna Android yang menginstalnya pun terbilang banyak. Antivirus buatan Avast misalnya, sudah lebih dari 100 juta kali diunduh melalui Google Play Store. Namun apakah aplikasi semacam ini berguna?

Ternyata pengguna Android, baik smartphone maupun tablet dinilai tak perlu menggunakan antivirus ataupun aplikasi keamanan lain untuk melindungi perangkatnya. Hal itu dikatakan oleh Adrian Ludwig, Lead Engineer Android Security Google.

Menurutnya, setiap aplikasi Android akan melalui sebuah sistem otomatis yang akan mengecek setiap masalah, sebelum akhirnya masuk ke dalam Play Store.

Dengan mekanisme penyaringan tersebut, risiko adanya aplikasi berbahaya yang sampai ke tangan pengguna menjadi sangat kecil.

Jadi menginstal antivirus untuk Android, sekalipun jika antivirus itu merupakan aplikasi berbayar, dianggap tak berguna. Sebab pengguna Android dikaatakan tak bakal mendapat tambahan perlindungan.

Hal itu dikatakan oleh Ludwig kepada jurnalis di markas Google yang terletak di Mountain View, sehari sebelum Google IO 2014 dimulai.
.
Ia juga menyanggah laporan dari sejumlah perusahaan keamanan yang menyatakan bahwa Android adalah sarang bagi aplikasi berbahaya, jauh lebih banyak dibandingkan platform lain.

Menurutnya, banyaknya jumlah aplikasi berbahaya tersebut tidak menunjukkan jumlah perangkat yang benar-benar terinfeksi. Laporan tersebut hanya berfokus pada jumlah aplikasi berbahaya yang ada, bukan jumlah aplikasi yang benar-benar diinstal ke perangkat Android.

"Mereka (perusahaan keamanan) suka menghitung dengan cara seperti ini, karena jumlah aplikasi berbahayanya tak pernah turun. Ini juga membuat dunia terlihat lebih buruk, dan itu membuat produk mereka lebih laris," ketus Ludwig.

Ini bukan pertama kalinya pihak Google mengatakan kalau antivirus itu tidak berguna. Di tahun 2011, seorang engineer Google menyebut pembuat antivirus yang menjual aplikasi antivirus untuk perangkat mobile sebagai scammer atau penipu.

Itu karena Google merasa bahwa masalah malware yang ada di Android adalah buah kampanye yang dibuat-buat oleh perusahaan keamanan.
.
.