Wednesday, June 22, 2011

Tiap Ketemu Orang Pasti Pada Bilang, "Sombong Amat Sih Luh !!!!"

dari kecil sebelum gw sekolah emang udah dapet jatah gen ke 22 turunan filial fenotip F-4 dengan rhesus -3, sifat yang paling susah dirombak, didelete, dikombinasi, diauto gen, ngga bakal bisa. SOMBONG. tiap jalan berangkat ngaji, berangkat sekolah, berangkat kerja, berangkat haji, ... insya 4JJI ... pasti pada teriak, hoooy orang sombong lewat.

kalo diceritakan dengan kata-kata di media ini pasti ngga bakalan kebayang, kenapa itu bisa   terjadi. mau ditampilin fotonya, jelas ngga boleh ama mbah dukun, itu pantangan satu-satunya yg ngga boleh gw lakukan, FOTO-FOTO sangat dilarang dan menjadi pantangan nomor wahid. soalnya muka gw jelek, idung pesek, badan pendek, rambut kriwel-kriwel.

awalnya waktu gw kecil itu nakal banget, semua temen gw pd takut ama gw (mungkin dulu bukan takut kali ya, jijik mungkin). siapa aja gw lawan, mau gede mau kecil, sikat, babat, tonjok, lempar pake batu, dan senjata yg sangat ampun dan paling terkenal di kampung gw, TUKANG GIGIT. semua anak di situ pernah gw gigit, ya tangannya, kakinya, kupingnya, apa aja gw gigit. kayaknya petinju yang kesohor itu niru gw kali ya, soal gigit-menggigit.

hobi lainnya yaitu nyolong mangga, rambutan, jambu bol, jambu air, duren, kecapi, kesemek, jamblang kukusan, seri, ketapang, kelapa, pepaya, ... apa aja yg nempel di pohon gw embat. karena gw kecil dan gesit, temen-temen nyuruh gw yg manjat, srut, srut, srut, .... ampe tinggi. dan suatu ketika pohonnya licin karena abis ujan, pas lagi manjat ...... eh mlorot dan sempal batang pohonnya, alhasil gw jatuh dan ............ gedebug ........ pingsan.

besok-besoknya gw ngga kapok, terus aja nyolongin buah, manjat pohon, berkali-kali jatuh, dan berkali-kali pula ini tangan mingser. jadi kalo jalan kayak orang tolak pinggang. ..... minggiiiiiir orang sombong mau liwat.

Sombong

Semakin sering menganggap diri penuh jasa dan penuh kebaikan pada orang lain, apalagi menginginkan orang lain  tahu akan jasa dan kebaikan diri itu, berharap agar orang lain menghargai, memuji, dan membalasnya, semua ini berarti sedang membangun penjara untuk diri sendiri dan sedang mempersiapkan diri mengarungi samudera kekecewaan dan sakit hati.


Semakin banyak diri berharap sesuatu dari selain Allah SWT, maka semakin banyak kan mengalami kekecewaan.

Karena, tiada sesuatu apapun yang dapat terjadi tanpa ijin Allah.

Sesudah mati-matian berharap dihargai makhluk dan Allah tidak menggerakkan orang untuk menghargai, maka hati akan terluka dan terkecewakan karena terlalu banyak berharap kepada makhluk.

Belum lagi kerugian di akhirat karena amal yang dilakukan berarti tidak tulus dan tidak ikhlas, yaitu beramal bukan karena Allah.

Selayaknya menyadari bahwa yang namanya jasa atau kebaikan terhadap orang lain, sesungguhnya bukanlah diri berjasa melainkan Allah-lah yang berbuat, dan diri dipilih menjadi jalan kebaikan Allah itu berwujud.

Terpilih menjadi jalan saja sudah lebih dari cukup karena andaikata Allah menghendaki kebaikan itu terwujud melalui orang lain maka diri tidak akan mendapat ganjarannya.

Bersungguh-sungguh untuk terus berbuat amal kebajikan sebanyak mungkin dan sesegera mungkin. Setelah itu lupakan seakan tidak pernah melakukannya, cukuplah Allah yang Maha Melihat saja yang mengetahuinya.

“YA ALLAH,
JADIKAN KEDUDUKAN BATINKU LEBIH BAIK DARIPADA KEDUDUKAN LAHIRKU.

YA ALLAH,
AKU BERLINDUNG PADA-MU DARI MENGANGGAP DIRIKU BESAR,
TAPI ENGKAU MENGANGGAPKU KECIL.

YA ALLAH,
AKU BERLINDUNG DENGAN RIDHA-MU DARI KEMURKAAN-MU,
AKU BERLINDUNG DENGAN MAAF-MU DARI ADZAB-MU”.
...