Monday, June 27, 2011

Survey Boleh, Tapi Berhenti Impikan Presiden Mundur, Apalagi Inginkan Presiden Wafat

Kekuatan survey dan berita sungguh luar biasa. Survey kalau tidak dipublikasikan, tak ada efeknya sama sekali, tetapi jika diberitakan dengan tambahan bumbu penyedap, olahan kata yang tepat dan waktu yang mantap, maka sajian berita di berbagai media akan menjadi sorotan paling lama 2 minggu, sebelum berita-berita lainnya muncul ke permukaan menutup berita lainnya.

Survey dan berita ibarat bawang merah, selalu ada dan muncul lapisan terluar yang akan menutup lapisan paling dalam yang berusaha hadir ke permukaan yang justru lapisan dalamlah kadang yang sebenar-benarnya berita.

Ambil contoh sebatang pohon beringin di sebuah pulau terpencil di nusa tenggara barat. Berdiri kokoh puluhan tahun lalu dan ingin ditumbangkan oleh pembalak liar (atau resmi?) padahal oleh rakyat sekitar, pohon itu dipakai sebagai peneduh di kala panas menyengat dan aktifitas lainnya, misalnya rapat desa ataupun hajatan warga. Lalu dengan kuasa gelap yang diemban sang pembalak, robohlah pokok beringin itu. Tak akan ada yang tahu dan mendengar berita ini.

Jika saja ada kepentingan dari pejabat tinggi abdi negara dan kuasa terang dan gelap yang menyelimutinya, pasti akan ada reporter dari 41 stasiun TV terkenal, koran tersohor, radio ngetop dan masuk di media sosial FB, BB, Twitter dll. Berita robohnya pohon beringin di pulau terpencil mungkin akan masuk headline news, breaking news, sepekan lamanya. Jika dan hanya jika.

Berita Presiden Wafat?

Presiden Venezuela Hugo Chavez dikabarkan meninggal dunia, usai dirinya menjalani operasi di Kuba dua pekan lalu. Kabar ini merebak karena Chavez tidak kunjung muncul usai operasi. Benarkah kabar burung tersebut?

Pejabat pemerintah terus menepis dugaan wafatnya Chavez ini. Mereka terus memberikan jaminan bahwa Chavez dalam keadaan sehat untuk saat ini. Presiden yang dikenal anti-Amerika Serikat (AS) ini, masih terus menjalani proses penyembuhan.

Ketidakhadiran Chavez ini memang dipertanyakan oleh rakyat Venezuela. Presiden yang akan merayakan ulang tahun ke-57 bulan depan, biasanya memang memberikan pidato di televisi hampir tiap hari. Demikian diberitakan belfasttelegraph.co.uk, Senin (27/6/2011).

Tetapi sejak 12 Juni lalu Chavez berbicara memalui telepon di televisi Venezuela, dirinya tidak pernah lagi muncul di televisi hingga saat ini. Saat Chavez mengatakan dirinya menjalani proses penyembuhan, usai melakukan operasi pinggulnya. 

Lebih lanjut, ketika itu Chavez memastikan tidak ada penyakit serius dari penyakitnya. Namun dirinya tidak mengetahui kapan akan kembali ke Venezuela. 

Sementara jaminan dari pihak pemerintah kepada rakyat, seperti sepenuhnya tidak dipercayai oleh pendukung Chavez. Berita simpang siur mengenai kondisi presiden, menimbulkan spekulasi bahwa kondisinya tidak sebaik yang diutarakan.

Absennya Chavez di muka publik bisa jadi menimbulkan masalah baru bagi Venezuela. Dikhawatirkan kondisi saat ini dapat membuahkan ketimpangan politik yang saat ini sudah mulai tampak di Negara Amerika Selatan. 
...