Tuesday, April 17, 2012

Gubernur BI, Pengacara dan Nenek Pikun


.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Seorang nenek genit masuk ke BI (Bank Indonesia) dgn sekoper uang. Ia minta dipertemukan dgn Gubernur BI.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Nenek : “Saya akan buka rekening, dgn simpanan jumlah yg sangat besar!”
Staff BI ragu, tp akhirnya membawa si nenek ke ruangan Gubernur BI.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
GBI: “Brp banyak uang yg akan disimpan?”. Sambil meletakkan koper uang di meja,
Nenek: “Rp. 1 milyar!! Tunai !!”Penasaranlah Pak GBI.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
GBI: “Maaf, saya agak terkejut.. Dari mana ibu dapat uang tunai sebanyak ini?”
Nenek: “Saya menang tebak-tebakan..”
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
GBI: “Menebak macam apa, kok taruhannya besar sekali?”
Nenek: “Mau contoh? Saya yakin telur burungmu bentuknya kotak!”
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
GBI: “Apa?? Ini tebakan paling konyol yg pernah saya dengar.. Anda tak mungkin menang dgn tebakan seperti itu!”
Nenek: “Anda Berani bertaruh?”
GBI: “Siapa takut!! Saya bertaruh Rp. 50juta, krn saya tahu telur saya tdk kotak!”
Nenek: “Ok, ini menyangkut uang gede.. Bisa saya ajak pengacara ke sini besok jam 10 pagi?”
GBI: “Silahkan saja!”
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Malamnya GBI, ia berdiri telanjang di depan cermin dan memastikan telurnya tidak kotak. Sampai akhirnya dia yakin telurnya benar-benar bulat,tidak kotak.. Maka ia yakin besok bakal menang dan mendapatkan Rp. 50juta.

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Tepat jam 10.00 pagi, nenek itu dtg dgn pengacara ternama dan terkenal. Kemudian ia mengulang kesepakatan kemarin.

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Nenek: “Rp. 50juta untuk tebakan telur burungmu yg kotak?”
Mengangguk setuju.
GBI: “Okay!!”
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Nenek itu minta Gubernur buka celana spy semua bisa melihat bentuk telurnya.. Nenek meraih telur Gubernur dan merabanya.
GBI: “Yah, tak apalah.. Uang Rp. 50juta tidak kecil.. Biar ibu yakin telur saya tdk kotak”
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Pada detik yg sama saat nenek itu meraba telur Gubernur, pengacaranya terlihat lemas sambil
membentur-benturkan kepalanya ke dinding.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
GBI: “Ada apa dengan pengacara itu?”
Nenek ini menjawab kalem, “Ndak apa2.. Saya cuma bertaruh dengannya Rp.250 juta, bahwa jam 10.00 pagi ini saya bisa memegang telur Gubernur BI..!!”
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.