Thursday, May 26, 2011

Sekolah Berstandar Internasional

Pemandangan yang akan terlihat sepanjang hari pada bulan depan adalah seorang Ibu atau Bapak menenteng map dan pernak-perniknya sedangkan di sampingnya dalam tuntunan Ibu/Bapak adalah sang anak yang tidak tahu apa yang sedang terjadi, karena sedang asyik main BB, android, taplet, tablet dan sejenisnya.


Ya, mereka sedang pontang panting ke sana kemari mencari sang idola, sang favorit, atau kalo sudah mentok terpaksa daftar ke lembaga pendidikan ala kadarnya.  Sekarung uang sudah disiapkan, aneka bingkisan telah dikemas dengan indah, amplop-amplop tebal telah tertata rapi dalam tas.


Sekolah menjadi tujuan utama semua warga saat ini, mall-mall sepi, tempat wisata kosong, imbasnya bisnis yg kita jalani pun biasanya kembang kempis.


Berdasarkan pengalaman dari tahun ke tahun dari bulan ke bulan dari hari ke hari, biaya pendidikan RSBI dan SBI setiap tahunnya makin melambung tinggi dan kian mencekik. Dari catatan yang diperoleh di level SMP dengan standar RSBI mematok biaya masuk antara Rp. 10 juta hingga Rp. 12,5 juta per siswa. Seperti SMPN 115 di Tebet, Jakarta Selatan, biaya masuk yang dibebankan kepada orangtua siswa tahun lalu Rp. 12,5 juta. “Ini adalah biaya yang dipatok bagi calon siswa jalur mandiri,” kata Sukijan Kramasentika, orangtua siswa. Sedang untuk calon siswa dari jalur NEM, biaya masuk ditentukan berbeda. Rata-rata mereka dikenakan biaya Rp. 5 juta per siswa, tidak termasuk uang bulanan.
Fakta serupa juga terjadi di tingkat SMA. Semisal sebutlah SMAN 55 Jaksel, biaya yang dipatok tahun lalu rata-rata Rp. 9 juta per anak. “Ini namanya uang program, dibayar pada saat anak masuk sekolah dan berlaku untuk tiga tahun,” jelas Kepala SMAN 55, Edy Rozaki Nalaprayoga. Ia menjelaskan karena uang tersebut sepenuhnya untuk membiayai berbagai program yang rencananya akan dilakukan oleh pihak sekolah sepanjang tahun.
Untuk tingkat SD, seperti SDN Menteng Dalam 05 Pagi pada tahun lalu mematok biaya sebesar Rp. 2 juta untuk uang pangkal dan besaran iuran Rp. 100 ribu perbulan.


Pada tataran level TK, TPA dan Play Group, seperti TK 'AULIA' di bilangan Perumahan Jatijajar Depok, penyelenggara tak mematok biaya tinggi untuk calon anak didik yang akan masuk ke situ.  Biaya total pendidikan hingga lulus tak akan lebih besardari Rp. 2 juta.
Menanggapi hal ini Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudhi Mulyanto, mengimbau kepada orang tua siswa  untuk tidak memenuhi permintaan sekolah membayar apapun sebelum kegiatan belajar mengejar (KBM) berlangsung. Sanksi tegas siap dilayangkan bagi oknum pendidik yang nekat memungut uang dari orang tua siswa saat masih proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).