Friday, December 5, 2014

3000 imigran "SYIAH" asal Afghanistan mendarat di Balilpapan

.
.
.
Balikpapan kedatangan lebih dari 3000 pencari suaka yang mengaku dari Afghanistan semenjak bulan Februari 2014 dengan beberapa gelombang.
.
Mereka mengaku pelarian dari Afganistan karena penindasan pemerintahan di sana.
.
Anehnya tidak ada satupun dari mereka yang membawa identitas dari negara mereka.
.
Hanya beberapa orang saja yang memiliki paspor.
.
Lebih anehnya lagi adalah kedatangan mereka yg mengaku pencari suaka, tapi tidak ada satupun yang membawa keluarganya, tidak ada wanita dalam kelompok mereka, anak-anak ataupun orang tua.
.
Semuanya pemuda antara umur 23-30 tahun atau usia produktif.
.
Mereka di tempatkan di dua tempat berbeda karena Rudenim Imigrasi Balikpapan sudah penuh.
.
Setelah sedikit mengintip kegiatan mereka sehari-hari di Rudenim Imigrasi Balikpapan dan Rumah Kepala Imigrasi Balikpapan, pada sore hari mereka melakukan latihan beladiri dan malamnya melakukan ritual memukul-mukul kepala dan dada sambil berteriak
.
”Ya Husain…! Ya Husain…!”
.
Tidak diragukan lagi, bahwa mereka adalah penganut "Syiah".
.
Ternyata gelombang kedatangan mereka bukan hanya di Balikpapan saja.
.
Di Makasar, hasil laporan dari Imigrasi Sulawesi Selatan sudah mendata sebanyak 1038 orang atau lebih pencari suaka dan imigran dari Afganistan.
.
Dan di Pekanbaru, Riau sekitar 1.480 orang. Dan semuanya adalah pemuda usia produktif, tidak ada wanita, anak-anak dan orang tua di antara kelompok mereka.
.
.
.
Mengapa orang-orang Syiah ini datang ke Indonesia?
.
.
.
BODO AMAAAT......
.
.
.