Friday, April 25, 2014

GOD WASN'T MURDERER

Manusia Tidak Mati Di Tangan Tuhan
.
Tuhan itu adalah maha kuasa, maha segalanya apapun bisa dia lakukan jika ia inginkan, bagaimana dengan manusia ternyata tidak mati di tangannya. jika manusia tidak mati di tangan tuhan apakah itu berarti manusia bisa melawan tuhan. Mungkin memang apa yang dimaksud manusia itu akan mati di tangan tuhan memang benar namun manusia itu diajarkan harus berfikir kreatif dan kritis, jadi kesalahan sekecil apapun kalau kita tahu itu salah maka perbaikilah menjadi benar, jika tidak kesalahan yang sedikit itu bisa menjadi suatu masalah besar. Oleh karena itu saya menanggapai bahwa manusia itu mati di tangan tuhan itu adalah kesalahan, jika Anda muslim coba fikirkan, karena mengapa jika kita mati di tangan tuhan berarti kita bisa bersentuhan dengan tuhan sedangkan kita melihatnya saja tidak layak dan jika itu benar berati Tuhan itu dapat dikatan sebagai pembunuh, begitu juga dengan yang nonmuslim apakah yesus pernah membunuh umatnya walaupun dia dibunuh apakah dia pernah membalas. Begitu juga dengan Allah, Allah itu maha penyayang dia tidak membunuh umatnya, walaupun dia marah Allah tidak membunuhnya melainkan memberi teguran, baik itu dengan kiamat sugro maupun kubro, jika dia mati itu bukan kesalahan tuhan melainkan kesalahan diri sendiri, dan seperti yang saya bahas di postingan lain sebenarnya manusia itu tidak pernah mati, jati tuhan itu bukan pembunuh. Kembali ke tema manusia tidak mati di tangan Tuhan lalu pertanyaannya manusia itu mati di tangan siapa. Manusia itu mati di tangan siapa saja boleh tergantung siapa yang membunuhnya. Misal, Anda benci kepada seseorangnda harus membunuhnya dan Anda merasa tidak puas jika dia harus dibunuh oleh orang lain jadi agar Anda bisa lebih puas orang Anda benci tadi harus mati di tangan Anda. Namun kematian tersebut Tuhan yang menentukan, saat anda menusuk leher orang itu jika orang itu mati maka orang itu mati ditangan Anda, tetapi jika dia masih bernafas itu kembali ke keputusan tuhan. Tuhan hanya memutuskan, manusia hanya melakukan dan berusaha. sebagai contoh, manusia meminta keputusan dari Tuhan itu tidak akan terkabul tanpa adanya usaha.