Wednesday, February 5, 2014

hati-hati virus STARBUCK di ponsel android

Sepanjang perjalanan naik busway dari shelter Jakarta Kota sampai Terminal Blok M kira-kira ada berapa bank yang terlewati? Bank swasta ataupun nasional, kantor besar ataupun kecil? Ada berapa bank? Gak tahu? Gak mau tahu? Gak peduli? Gak ingat?
Okey.... no problem. Tak soal itu. Tapi bagi Ahok itu sangat penting. Sangat sangat penting pake banget. PENTING!
Menikmati busway menuju ke salah satu kantornya di ibukota membuat indera ke-enam Ahok makin tajam, setajam silet.
"Tujuh bank di DKI harus ditutup, Pakdhe", ujar Ahok di suatu petang yang berselimut hujan tapi tak menimbulkan banjir, hanya genangan sepinggang orang Uzbek.
"Hmmm......", Pakdhe Jo masih asyik sama itu tablet di tangannya.
"Bank Mandiri, Bank BRI, Bank Mega, Bank Indonesia, Bank Muamalat dan Bank BNI", Ahok berpikir sejenak sambil garuk-garuk kepala.
Pakdhe Jo melirik sedikit, "Katanya tujuh. Satu lagi apa? Hayyooo.... lupaaa......."
Ahok masih ngubek-ngubek lipatan otaknya untuk menemukan satu bank lagi.
"Nyeraaah?!", tanya Pakdhe Jo.
Ahok hanya mengangguk sedikit malu tapi tetap memasang wajah berwibawa.
"Bank Century", Ahok kembali cerah wajahnya mendengar jawaban Pakdhe Jo.
Ahok melanjutkan, "Tempat itu sudah menjadi sapi perah dan lumbung uang para petinggi partai dan menjadi bibit nepotisme gaya baru"
"Koh Ahok ini ngomongin bank atau kementrian kah?", sergah Pakdhe Jo.
"Beda ya? Terus Pakdhe kok asyik banget sama itu tablet hadiah dari Om Yudhayana. Ada yang menarik, aktual, bermanfaat atau inspiratif ya?"
"Nggaaa...... ngga ada apa-apa. Saya ngga mikirin cupras capris capres. Yang penting kerjaaa..... Eh, salah jawab ya? .... Tablet ini ya? ...... Okey..... Aku lagi buka situs favorit nih. Versi mobile situs ini baru di-update. Lebih fresh, lebih lengkap tampilan dan fiturnya. Foto profil dibikin bulat mirip yang ada di g+. Tap menu komplit ampe ke channel fiksiana yang masih belum bisa dibuka. 404 PAGE NOT FOUND. Font yang dipilih keren, artikel bisa zoom in or zoom out. Walau gak bisa buka versi fullsite... no problem. Aku kan silent reader. Gak ngaruh itu. Gak penting kalo gak bisa ganti PP atau insert image di postingan. Gak peduli gak ada dashboard, gak ada notif. Apalagi ya?"
"Kayaknya kolom ter ter ter gak ada tuh...."
"Betul.... betul...... betul......"
Hening sejenak.
"Alasan ditutup apa toh?", Pakdhe Jo mulai keluar cerdasnya.
"Apaan, Pakdhe? ...... Oooh..... bank itu ya?", Ahok mulai ngantuk.
"Iya dodoool......", Pakdhe mulai suntuk.
"Alasannya sederhana saja. Untuk bersih-bersih. Bersih hati, bersih lingkungan, bersih juga kantornya", semangat sekali Ahok menjawabnya.
"So?"
"Bank-bank itu harus ditutup demi kebersihan. Beri kesempatan petugas cleaning service bekerja. Jam 17.00 WIB semua bank itu harus tutup. Dan boleh dibuka lagi besok paginya pukul 08.00 WIB. Senin sampai Jum'at", Ahok menjelaskan dengan berapi-api dan penuh semangat 2014.
Mas Anas mengetuk pintu yang tertutup setengah.
"Ada apa, Nas?", tanya Pakdhe Jo.
"Jam 5, Pakdhe. Ruangannya mau dipel dulu", jawab Mas Anas.
"Gak usah. Kami mau lembur. Kalau masih ngotot pengen ngepel, kamu pel aja lapangan Monas? Mau?", tegas Ahok.
Mas Anas pun ngacir.
(bersambung........ kalo sempat)