Wednesday, September 11, 2013

[Curcol] Rasanya Tulisan Dicopas Orang

Oleh: Ariyani Na | 10 September 2013 | 11:32 WIB
.
Saat teman-teman ribut soal copas yang dilakukan oleh para blogger yang tidak bertanggung jawab terhadap tulisannya, saya hanya tenang-tenang saja, karena saya berpikir, siapa sih yang mau copas tulisan saya yang isinya kebanyakan tulisan catatan harian, dan untuk karya fiksi pun jauh dari kata bagus.
Namun, cerita menjadi lain saat semalam saya iseng searching melalui mbah Google dengan kata kunci ‘keuangan keluarga’ (karena saya ingin mengetahui apakah tulisan saya akan muncul bila menggunakan kata kunci tersebut), hasil pencarian ternyata muncul banyak tulisan mengenai keuangan keluarga. Saya coba klik satu per satu dan sempat bingung saat melihat link berjudul Tips Mengatur Keuangan Keluarga yang isinya copasan tulisan saya.
(http://cara-mengatur-keuangan-keluarga.blogspot.com/2013/01/tips-mengatur-keuangan-keluarga-anda.html )
Di Blog tersebut tercantum “Mengelola keuangan keluarga dengan belajar pada kumpulan Artikel Motivasi Yang ditulis seorang Motivator terbaik di “dan terdapat banyak judul tulisan lain. Di salah satu tulisan pada blog tersebut saya melihat tercantum nama Tung Dusem Waringin dan saya sempat terpikir, kok kalau tulisan Tung Dusem Waringin dicantumin namanya ya , kok punya saya ngak hahaha… (siapa saya yaaa….)
Tulisan saya yang dicopas tersebut awalnya saya posting di Kompasiana dengan judul Keuangan Keluarga Bagaimana Mengaturnya -1, tanggal 15 September 2012. Kemudian ketika Kompasiana sering error, saya mulai membackup tulisan yang saya anggap penting ke blog pribadi karena khawatir hilang. Penting bagi saya karena tulisan tersebut bukan tulisan curcol melainkan tulisan hasil berpikir berhari-hari dan tidak sekaligus jadi , terdiri dari 3 Judul, dan belum tentu saya mampu untuk menulis ulang bila ketiga tulisan tersebut hilang.
Di blog pribadi ariyani-belajar@blogspot.com ketiga tulisan tersebut saya buat menjadi Serial Manajemen Keuangan Keluarga 1 sampai 3 dan yang dicopas bagian 1 (saya belum mencari tahu tulisan lain).
Ternyata sebel banget rasanya bila tulisan kita dicopas tanpa ijin tanpa mencantumkan nama penulis aslinya, mau marah sama yang copas tapi saya merasa malas. Malas karena saya ini gaptek dan blog yang mencopas tulisan saya tampilannya tidak menyediakan kolom komentar dan saya tidak tahu cara untuk mengetahui siapa pemiliknya.
Selama saya berkompasiana, tidak pernah sekalipun saya mendapat surat cinta dari admin baik karena tulisan copas ataupun karena melanggar ketentuan Kompasiana, sebab saya berusaha untuk menulis sesuai dengan kemampuan dan saya tidak pernah memposisikan diri sebagai penulis melainkan emak-emak yang gemar menulis dan mengisi waktu kosongnya dengan menulis.
Akhirnya saya merasa tidak ada yang perlu saya lakukan untuk mencari tahu siapa yang mencopas tulisan saya, saya berdoa semoga tulisan yang dicopas tersebut bermanfaat bagi yang mencopas dan yang membaca, dan yang terpenting dari semua itu saya tetap menjadi emak-emak yang hanya gemar menulis tanpa copas atau mencuri karya milik orang lain.