Saturday, April 21, 2012

MALCOM X, AWALNYA DITAWARI JADI TUKANG KAYU



Ketika orang bersenjata memberondong pembicara tamu di Audubon Ballroom di bulan Februari 1965, masyarakat kulit hitam bermandikan air mata. Ia pembebas yang lama dinanti. Ia menawarkan kebebasan jiwa, dan bebas dari rasa takut. Namun, bagi masyarakat kulit putih, ialah sosok mimpi buruk yang kejam. Orang itu adalah Malcom X.
Malcom X lahir di Omaha, 19 mei 1925. Ibunya, Louise little, seorang wanita bertubuh tinggi dan berkulit putih, berasal dari Grenada. Menurut Malcom, neneknya (ibu dari ibunya) pernah diperkosa oleh orang kulit putih. "Karena itu aku membenci setiap tetes darah putih dalam tubuhku," geram Malcom.
Sedang ayahnya, Earl Little, memiliki kulit yang hitam pekat. Ia bekerja sebagai buruh konstruksi dan pendeta gereja baptis paruh waktu dari Reynolds. Malcom Little, nama kecil Malcom, adalah satu--satunya dari delapan bersaudara yang berkulit tak gelap dan berambut merah. Dan begitu tumbuh dewasa, Malcom seperti ayahnya; tinggi, besar dan gagah.
Saat duduk di kelas tujuh, ia telah menjadi pemuda bertubuh tinggi, cerdas, dan gesit. Suatu hari, guru bahasa Inggris dan pembimbingnya, Ostrowsky, mengatakan pada Malcom bahwa ia harus memikirkan masa depannya. "Ya, saya sangat ingin jadi pengacara," jawab Malcom. Seingat dia, tak seorang pun di Lansing yang menjadi pengacara. Tapi, guru kulit putih yang baik hati itu, menasehati, "Kamu harus realistis dalam cita--citamu. Semua orang menggagumi hasil prakaryamu. MENGAPA TAK MENJADI TUKANG KAYU SAJA?"
Malcom tak berhasil meneruskan ke SMA. Kemudian ia pindah dan tinggal bersama kakak tirinya di daerah Roxybury, Boston. Disana Malcom segera berbaur dengan kehidupan malam, di bar, tempat bilyar, dan tempat dansa.
Dikalangan anak--anak nakal, Malcom dikenal sebagai Red, karena ia berasal dari Michigan, Detroit Red. Masa remajanya dihabiskan dalam dunia hitam, puncaknya ia dijatuhi hukuman penjara selama 77 bulan.
Saat masuk bui, usianya belum genap 21 tahun. Di penjara Dickensian, Charlestown, Malcom menggenakan seragam penjara yang bernomor 22843. Sikap kerasnya akan agama mendorong sebagian rekan satu bloknya menamakannya setan. Ia banyak mondar--mandir di dalam sel tak ubahnya seperti harimau yang dikurung. Tahanan pertama yang menarik perhatian Malcom adalah John Elton Bembry, yang kemudian mendorong Malcom untuk mengasah otaknya. Ia mulai membaca buku--buku di perpustakaan.
Ia pun mulai mengikuti kursus korespondesi dalam bahasa Inggris. "Sekeluarnya dari penjar, aku akan menjadi negro jahat yang pandai," janjinya pada Bembry. Salah satu buku favoritnya, "Aesop's Fables". Di dalam selnya, hanya diterangi cahaya lampu koridor, ia membaca buku--buku sejarah dunia karya HG Wrlls dan Will Durant. Herodotus dan Socrates pun tak lupa dijamah. Ia bertutur, "Aku tak tahu apa yang kulakukan, tetapi secara naluri, aku menyukai buku--buku pengetahuan.
Pada 1948, karena usaha Ella (kakaknya), Malcom dipindahkan ke penjara Colony di Norflok, Massachuset, agar saudara-saudarnya bisa menjengguknya. Di sini, ia meluangkan waktunya membaca setiap buku tentang agama; Budha, Hindu, Islam, dan Kristen. 
Di penjara inilah, Malcom mantap hatinya untuk memeluk agama Islam. pelajaran pertama yang dicamkanlah ialah: bila kita mendekati Allah satu langkah, Allah akan mendekati dua langkah. Dia berkorespondensi dengan Elijah Muhammad, surat-suratnya selalu dijawab.
Masa hukuman Malcom selesai Agustus 1952. September 1952, Malcom pergi ke Chicago untuk mengikuti pengajian yang dipimpin sendiri oleh Elijah Muhammad. 1953, Malcom resmi diterima sebagai anggota, namanya oleh Elijah dirubah menjadi Malcom X. "Simbol X berarti benar-benar berasal dari Afrika. Karena perbudakan, tak seorang budak kulit hitam tahu nama aslinya. Nama Little adalah simbol setan yang bermata biru dan berkulit putih," jelas Ejijah muhammad. "Kau akan punya nama nanti, kalau Allah menghendaki," lanjut Elijah.
Pada 1954, Malcom menemukan cara untuk menarik mereka yang beragama Kristen untuk masuk ke Nation Islam. Yaitu berkhotbah persis di pintu keluar gereja di Harlem pada saat jemaat gereja bubaran. Dibawah penyebarannya, muslim kulit hitam bertambah pesat. Dari 400 orang dan satu masjid, 1960, umatnya bertambah menjadi 10.000 orang dengan sekitar 40 tempat ibadah dan misionaris.
"Ia membuatku terpukau. Mendengarkan ceramahnya, aku menyadari betapa kosongnya aku. Ia mengisinya dengan pengetahuan. Dari sana muncullah kesadaran diri setra harga diri," kata murid Malcom. Malcom baru menikah tahun 1956, dengan Betty Sanders, wanita berkulit coklat yang suatu ketika ikut ceramahnya, walaupun ia belum menjadi muslim. "Aku terkesan dengan intensitasnya," kata betty.
Perpecahanya dengan Elijah Muhammad--banyaknya perbedaan pendapat, politis, dan pribadi, membuatnya mendapat banyak pengagum, walau sedikit pengikut. "Aku bermaksud untuk memobilisasi kekuatan politik kaum hitam tak hanya di New York, tapi di seluruh negara ini," ucapnya pada wartawan.
21 februari 1965, siang hari sebuah ruangan dengan empat ratus kursi disiapkan untuk tempatnya berkhotbah. Malcom muncul di panggung dengan senyum lebar diiringi tepukan bergemuruh. Ia menunggu tepukan reda, dan berucap"Assalamualaikum, brother and sister." pengunjungpun menjawab, "Waalaikum salam."
Pada saat itulah, dari deret tempat duduk kedelapan,seorang pria melompat berdiri dan berteriak "Lepaskan tanganmu dari kantongmu." Ketika semua pengunjung menenggok dan petugas keamanan mendekat kearah pria itu, Malcom menggangkat kedua tangannya dan berseru "Tenang, tenanglah saudaraku."
Tepat pada saat bersamaan, seorang pria beranjak kearahnya dengan sebuah senapan dan menembak Malcom yang masih menggangkat kedua tangannya, menenagkan pengunjung. HASI TEMBAKAN ITU MENEMBUS DADANYA DAN MENINGGALKAN TUJUH LUBANG TEPAT PADA JANTUNG.
Malcom jatuh tersungkur ke belalakang. Dengan darah berhamburan di wajah dan kemejanya, ia menabrak dua kursi di bagian depan. Kepalanya membentur dengan keras dan senapan double barel tadi menembaknya lagi. Dua pria di dekat panggung ikut menembaknya lagi dengan pistol sembilan milimeter dan berkaliber empat lima otomatis. (disarikan dari Bonus Matra 1993).