Showing posts with label FREEZ. Show all posts
Showing posts with label FREEZ. Show all posts

Tuesday, April 3, 2012

When U Search "Ryan Bakkaru" with Google, U Can Fine This


first page
.
.
.
.
.
2nd

.
.
.
.
.

.
3rd

.
.
.
.
.
.
.
4th

.
.
.
.
.
.
.
.
5th

.
.
.
.
.
.
what do u fine?
.
.
.
.
.
.
.
black shadow...............
.
.
.
'couse I am nothing..............
.
.
.

Friday, August 5, 2011

Berpuasa di Belahan Bumi di mana Matahari Tak Pernah Tenggelam

Bulan Agustus 2011 adalah puasa ramadhan pertama saya di Swedia. Seperti yang sudah ditulis oleh rekan Kompasianer, Irma R.Priyadi dalam artikelnya, kali ini lamanya waktu puasa dimana tempat saya tinggal di Swedia adalah 18 jam 1). Atau 5 jam lebih lama dari puasa umat muslim di Indonesia.
Sebulan sebelum waktu ramadhan tiba, saya sempat diskusi dengan guru ngaji saya di Indonesia, bagaimana mengantisipasi waktu puasa bagi mereka yang tinggal di belahan bumi yang siangnya jauh lebih lama daripada malamnya.
Contoh ekstrim misalnya wilayah Kiruna, bagian paling utara Swedia (paling dekat dengan kutub utara) yang ketika musim panas, matahari hampir tidak pernah tenggelam.
Pada saat saya menulis artikel ini, di Kiruna waktu maghrib jatuh pada pukul 21.16 malam dan pukul 23.58 malam, fajar sudah menyingsing 2) . Artinya, kalau menurut akidah, ibadah puasa harus dilakukan dari pukul 23.58 malam hingga buka pukul 21.16 malam (21 jam berpuasa). Bukan main lamanya!
1312468041455179539
Saya dan guru ngaji saya berdiskusi tentang ini. Ternyata isu ini bukan masalah baru. Para ahli hukum islam sudah menetapkan beberapa perkara tentang ini. Referensi didapat dari hasil diskusi dengan ulama yang membidangi ruang tanya jawab SyariahOnline.
Majelis Majma` Al-Fiqh Al-Islami pada tanggal 4 Pebruari 1982 telah menerbitkan ketetapan tentang masalah ini 3). Inti dari ketetapan tersebut saya coba ambil intisarinya sebagai berikut:
Pertama: Untuk wilayah yang mengalami terang hampir 24 jam maka jadwal puasa dan shalat merujuk kepada wilayah yang terdekat dimana ada pergantian malam dan siang yang jelas
Kedua: Wilayah yang masih mengalami pergantian malam dan siang dalam satu hari, meski panjangnya siang sangat singkat sekali atau sebaliknya. Dalam kondisi ini, maka waktu puasa dan juga shalat tetap sesuai dengan aturan baku dalam syariat Islam:
“Makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam, janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam mesjid.” (QS. Al-Baqarah : 187)
Ada catatan dari ketetapan tersebut bahwa bila berdasarkan pengalaman berpuasa selama lebih dari 19 jam itu menimbulkan madharat, kelemahan dan membawa kepada penyakit maka dibolehkan untuk tidak puasa. Namun dengan kewajiban menggantinya di hari lain.
Disamping dari ketetapan diatas, perlu dicatat bahwa ada pendapat lain yang dikemukanan oleh Syeikh Dr. Mushthafa Az-Zarqo, bahwa di wilayah yang mengalami pergantian siang malan yang ekstrim, jadwal puasa dan shalatnya mengikuti jadwal yang ada di hijaz (Mekkah, Madinah dan sekitarnya). Karena wilayah ini dianggap tempat terbit dan muncul Islam sejak pertama kali. Lalu diambil waktu siang yang paling lama di wilayah itu untuk dijadikan patokan mereka yang ada di kutub utara dan selatan.
Dengan adanya panduan tersebut, saya merasa ada pegangan untuk menjalankan ibadah puasa di belahan bumi utara ini. Alhamdulillah, walaupun saya berpuasa selama 18 jam di musim panas ini, semuanya berjalan lancar. Tidak terasa lapar dan haus yang amat sangat, bahkan aktifitas rutin dapat terlaksana dengan baik asalkan mengikuti tatacara buka puasa dan sahur yang benar. Beberapa waktu lalu saya menulis di Kompasiana tentang resep menjalankan ibadah puasa agar tetap terlihat bugar 4). Resep ini juga sangat membantu saya menjalankan ibadah puasa dengan sebaik-baiknya.
Selamat menjalankan puasa dimana pun para pembaca yang budiman berada!
(Hari Priyadi)

Resep Berpuasa Agar Tidak Ngantuk dan Lemas bahkan Malah Segar dan Tetap Produktif

Berpuasa bulan ramadhan adalah ibadah wajib dan berpahala besar. Semua orang tahu itu. Tantangan dan godaan selama puasa banyak sekali. Belum lagi tetap terus melakukan rutinitas harian. Bila puasa dilakukan secara konvensional tentu akan menurunkan vitalitas dan terlihat tubuh tidak prima lagi.

Biasanya pada bulan puasa ramadhan begini, mushola di kantor selalu penuh. Bukan hanya untuk menjalankan sholat berjamaah. Tapi setelah itu dipenuhi oleh orang-orang yang tidur berjejer-jejer. Baik pagi, siang setelah dzuhur maupun sore setelah sholat ashar.

Setelah itu wajah-wajah lemas, kehausan , kuyu dan bibir kering menjadi pemandangan umum bila sudah diatas jam 12 siang. Keluhan ngantuk sudah menjadi gejala umum.

Alhamdulillah, selama saya menjalankan ibadah puasa beberapa tahun terakhir ini, sudah lepas dari keluhan-keluhan diatas. Tubuh terasa tetap bugar, tidak terasa lesu, ngantuk, lemas. Bahkan kerja tetap produktif. Rahasia sesungguhnya adalah pola perilaku pada saat sahur. Baik itu sebelum maupun sesudah sahur.
13122202201002424740
Tetap bugar ketika puasa (photo: getty image)
Mau tahu rahasianya? Dalam artikel ini saya ingin berbagi 7 (Tujuh) resep yang saya jalani selama ini kepada para pembaca yang budiman.

1. Sahurlah di akhir waktu

Sahurlah 20-30 menit sebelum imsak. Hal ini akan memberikan tambahan waktu untuk menyimpan energi. Bonusnya, dapat tambahan pahala keutamaan puasa. Karena disunnahkan menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur. Sebelum sahur bisa diisi dengan ibadah sholat sunnah atau mengaji/tadarus.

2. Kurangi nasi dan minuman manis

Pada saat sahur, kurangilah porsi nasi. Tapi perbanyaklah protein, sayur, buah danminuman air putih. Makanan minuman yang banyak mengandung gula akan lebih cepat terserap oleh tubuh. Perlu waktu 2 jam untuk mengubah gula menjadi energi. Lain halnya bila berbuka, justru dianjurkan makan dan minuman yang manis-manis, karena sangat membantu mengembalikan energi setelah seharian berpuasa.

Untuk sahur, cukup setengah piring nasi, lebihkan porsi sayur hijau (sawi, bayam,kangkung, terung, kacang panjang dan banyak lagi). Sayuran tersebut boleh ditumis, cap cay, atau cukup direbus saja dan dimakan dengan saos. Proteinnya bisa telur dimasak opor/kuah, rebus atau ikan atau ayam dengan berbagai macam cara masaknya. Buah bisa apel, pir dan lain-lain asal jangan yang terasa asam seperti jeruk, nanas. Yang murah meriah tapi gizi wah ya pilihannya pisang. Nasi bisa digantikan dengan roti, atau kentang, ubi, pisang, jagung, talas yang direbus. Silakan pilih sesuai selera dan persediaan di rumah.

1312220954591393100
Makanan yang menyehatkan (photo: getty image)
3. Perbanyak minum air putih

Banyak minum air putih sangat dianjurkan buat kesehatan. Ketika bangun tidur minumlah segelas air putih dulu. Ingat jangan air es/dingin. Air putih biasa atau setengah hangat lebih nikmat. Ketika makan sahur, minum air putih sedikitnya 2 gelas. Tambahannya boleh teh manis. Minum susu hangat akan lebih bagus.

4. Jangan tidur setelah sahur

Setelah usai sahur, lakukanlanh sikat gigi dan dilanjutkan dengan sholat subuh. Tidur setelah sahur tidak saja menyebabkan badan lemas, tapi juga sholat subuh bisa tertinggal. Sholat subuh berjamaah di masjid sangat dianjurkan. Perjalanan ke masjid, bisa membantu menurunkan makanan setelah sahur, melemaskan otot-otot badan, mendapatkan asupan oksigen yang bersih. Dan, insya Allah pahala berlipat ganda karena sholat berjamaah dan juga silaturahim dengan jamaah/tetangga.

5. Olah raga ringan pagi hari

Setelah usai sholat subuh, lakukanlah olah raga ringan. Saya biasanya pilih jalan kaki/jogging sekitar setengah jam. Usahakan pilih olah raga yang tidak menyebabkan keluar banyak keringat, karena hal tersebut akan mengurangi cadangan energi untuk aktivitas seharian. Dengan berjalan kaki di pagi hari setengah jam tanpa henti, sudah membakar kalori sekitar 200-300 KKal, mendapatkan asupan oksigen bersih ke paru-paru dan memperlancar peredaran darah yang penuh dengan oksigen segar.

6. Mandi pagi

Setelah selesai olahraga, tunggu 10-15 menit baru kemudian mandi, dan bersiap ke kantor. Kalau kantornya dekat rumah, mandi bisa ditunda dulu. Boleh tidur setengah jam, baru mandi. Untuk yang tempat kerjanya jauh, cukup olahraga dengan sholat jamaah di masjid (sambil jogging), mandi dan berangkat kerja. Istirahat sejenak dengan tidur di bis/kereta selama perjalanan bisa dilakukan.

7. Beraktivitas ketika di kantor

Biasanya ada kelonggaran waktu diberikan kantor untuk menggantikan waktu makan siang. Nah, setelah sholat dhuhur berjamaah kembali gerakkan otot-otot dengan berjalan kaki di seputar kantor. Setengah jam sudah cukup. Jangan lupa menggerak-gerakkan badan ketika bekerja di depan komputer. Peregangan otot kaki, tangan, pinggang sangat dianjurkan setelah lama duduk di depan komputer.

Oh iya, untuk yang biasa mengkonsumsi multivitamin tentu bisa diteruskan setelah makan sahur. Selain itu tidak dipungkiri, ada diantara teman-teman yang mempunyai keluhan lambung ketika puasa. Boleh jadi itu memang bawaan sakit sebelum puasa atau ada keluhan lambung karena tidak teraturnya waktu berbuka dan makan sahur. Bila ada keluhan lambung seperti maag, saya biasanya minum Promag. Obat ini sudah terkenal sejak dahulu sebagai pencegah dan penyembuh maag karena mengandung komposisi yang telah diteliti di laboratorium secara seksama oleh para ahli berpengalaman.

Demikian resep yang saya jalani. Selain manfaat jasmani yang saya sampaikan diatas, manfaat kejiwaan juga dirasakan sangat signifikan, yaitu:, lebih tenang dan dapat mengelola stress/tekanan pekerjaan dengan baik, lebih mudah menahan emosi, lebih banyak ide-ide bermunculan (kata orang otak jadi encer). Yang terakhir, namun juga sangat penting, meningkatkan kualitas dan kuantitas hubungan suami istri.

Jadi ayo, tunggu apalagi, cobalah resep diatas, murah meriah tapi berdampak mewah.

Selamat mencoba!

Landskrona, Senin 1 Agustus 2011
(Hari Priyadi)

Saya Doktor mas, Bukan Dokter

Ini cerita nyata yang membuat saya tersenyum kalau mengingatnya. Saya tinggal di sebuah komplek apartemen di kota Landskrona, Swedia baru beberapa bulan. Ada banyak  blok apartemen di kota ini yang dikelola perusahaan swasta, Landskronahem AB (semacam PT). Mereka mengelola 4000 apartemen, dan termasuk perusahaan terbesar di kota ini.
Saya dan keluarga menempati salah satu blok, tepatnya di lantai dua. Di lantai tiga, ada seorang tetangga imigran dari timur tengah, namun sudah tinggal di Swedia lebih dari sepuluh tahun. Jadi ya bahasa Swedianya pun sudah cas cis cus. Tetangga saya itu, sebut saja Abu, punya seorang anak laki-laki berumur 2 tahun.
Pada suatu pagi, saya  bermain di taman depan apartemen dengan ke dua anak saya Juno ,7 tahun dan Marcho, 4.
Rupanya Abu dan anaknya pun turun bermain. Kami pun mengobrol. Saya baru belajar bahasa Swedia lewat buku yang ditulis oleh teman Swedia saya. Jadi ya bicara sekenanya, karena Abu tidak bisa bahasa Inggeris.
Ketika pembicaraan berkisar masalah pekerjaan, saya bilang “Jag är doktorand i universiteit i Alnarp“, yang artinya ” saya mahasiswa program doktor di sebuah universitas di Alnarp”. Abu bilang ”Oo..doctor…mycket bra ( oo dokter..bagus sekali)”. Terus dia menerangkan ke anaknya ” han är doctor(dia seorang dokter)”, sambil memperagakan seorang dokter menyuntik pasien. Dia menerangkan sesuatu yang nampaknya menjelaskan kepada anaknya agar jangan rewel, kalau rewel nanti disuntik sama orang ini yang dokter.
Saya lalu mencoba menjelaskan lebih jauh kalau saya bukan dokter seperti di rumah sakit ” nej, jag är inte en läkare på sjukhus. Jag är doktorand på jordbruk ( Bukan, saya bukan seorang dokter yang seperti di RS, tapi mahasiswa doktor bidang pertanian)”. Tapi, nampaknya Abu tidak begitu paham.
Malah dia mengeluhkan sakit pada perutnya, ” Min mage är inte bra (Perut saya tidak enak)”. Waduh maksa nih mas Abu. Saya bilang saja ” vänligen gå till vårdcentral (Coba pergi ke poliklinik)”. Namun nampaknya, dia tetap meminta pendapat saya. Ya, akhirnya saya beri saran bijaksana saja agar mengurangi minuman bersoda, banyak minum air putih.
“Drick mineralvatten, inte dricker för mycket läsk. Det är inte bra”
Karena saya amati pada beberapa kesempatan, memang banyak orang dari timur tengah berbadan subur alias gemuk. Dari gaya hidupnya saya lihat kalau di supermarket mereka sering membeli minuman bersoda dalam jumlah yang banyak,  banyak makan daging dan ngemil.
Saya agak khawatir, jangan-jangan tengah malam pintu kamar saya diketuk, meminta saya memeriksa mas Abu ini atau anaknya kalau lagi sakit..waduhhh.(Hari Priyadi)

Serangan Telor Mengerikan di Norwegia

Kejadian sangat mengejutkan terjadi di Norwegia pada hari Jumat tanggal 22 Juli siang. Negeri yang selama ini aman damai.  Telah terjadi pengeboman di kantor Perdana Menteri  Jens Stoltenberg di Oslo dan tidak berapa lama kemudian penembakan secara membabi buta di Pulau  Utoya. Dari kedua kejaidan tersebut telah menewaskan   93 orang.
Kejadian ini merupakan peristiwa kejahatan terburuk di Norwegia semenjak berakhirnya perang dunia ke dua.
Di Pulau Utoya 30 km dari dari ibukota Oslo, seseorang berpakaian polisi memberondong senapan mesin kearah ratusan pemuda pemudi yang sedang berkemah  . Mereka sedang mengikuti pembinaan kader politik dibawah naungan partai Perdana Menteri, partai buruh. Setiap musim panas para pemuda dan pemudi usia 16-22 tahun (ada juga yg berusia 13 tahun serta 30 tahunan) berkumpul belajar berorganisasi. 

Sehari setelah kedua kejadian tersebut seorang pemuda Norwegia bernama  Anders Behring Breivik, 32 tahun,  ditangkap. Sementara ini dia dicurigai sebagai dalang kedua kejadian diatas. Dia ditengarai aktivis sayap kanan kristen fundamentalis dan juga bekas kader Partai Progres.
Anders merupakan anak dari seorang ayah yang diplomat Kerajaan Norwegia yang bertugas di Paris dan ibunya seorang juru rawat. Namun kedua orangtuanya bercerai ketika Anders berumur 1 tahun.
Menurut media on line berbahasa Inggeris yang terbit di Swedia, The Local, Anders merupakan anggota forum diskusi neo Nazy. Kelompok ini sangat tidak setuju dengan kehadiran pendatang (imigran).
Dalam berita online CNN disebutkan bahwa Anders dikenakan ancaman maksimum 21 tahun karena pelanggaran terorisme.(Hari Priyadi)

99 Cara Menguatkan Iman

Bagaikan sebilah belati, biarkanlah saang belati tergolek di sudut lemari berhari-hari, berbulan-bulan, bertahun-tahun lamanya, maka ia akan TUMPUL. Ia perlu dirawat, diasah, diminyaki, diletakkan di tempat yang baik, maka ia akan selalu tajam dan berguna. Begitulah juga akan halnya dengan IMAN kita. Terutama iman di dalam jiwa saya.

Iman manusia bagaikan ombak di lautan lepas, kadang pasang tinggi terkadang juga surut. Saat kita sedang berada di tempat-tempat ibadah seperti masjid, musholla, langgar, surau, ataupun mimbar-mimbar keagamaan maka iman kita akan terangkat naik dan seakan-akan diri kita dekat dengan Sang Khalik. Namun, apabila kita sedang berada di luar tempat tadi, terkadang iman kita terkikis oleh keindahan dunia yang fana ini, dan bahkan mungkin terkadang kita melupakan kehadiran-NYA. Maka, kita sebagai makhluk yang dibekali oleh Allah dengan akal fikiran, hendaknya kita mampu menjaga keteguhan iman kita.

Berikut ini saya kutipkan dari nukilan buku dakwah tentang 99 cara untuk meningkatkan ataupun menguatkan iman kita, sebagai berikut :

  1. Bersyukur apabila mendapat nikmat;
  2. Sabar apabila mendapat kesulitan;
  3. Tawakal apabila mempunyai rencana/program;
  4. Ikhlas dalam segala amal perbuatan;
  5. Jangan membiarkan hati larut dalam kesedihan;
  6. Jangan menyesal atas sesuatu kegagalan;
  7. Jangan putus asa dalam menghadapi kesulitan;
  8. Jangan usil dengan kekayaan orang;
  9. Jangan hasad dan iri atas kesuksesan orang;
  10. Jangan sombong kalau memperoleh kesuksesan;
  11. Jangan tamak kepada harta;
  12. Jangan terlalu ambisius akan sesuatu kedudukan;
  13. Jangan hancur karena kezaliman;
  14. Jangan goyah karena fitnah;
  15. Jangan berkeinginan terlalu tinggi yang melebihi kemampuan diri.
  16. Jangan campuri harta halal dengan harta yang haram;
  17. Jangan sakiti ayah dan ibu;
  18. Jangan usir orang yang meminta-minta;
  19. Jangan sakiti anak yatim;
  20. Jauhkan diri dari dosa-dosa yang besar;
  21. Jangan membiasakan diri melakukan dosa-dosa kecil;
  22. Banyak berkunjung ke rumah Allah (masjid);
  23. Lakukan shalat dengan ikhlas dan khusyu;
  24. Lakukan shalat fardhu di awal waktu, berjamaah di masjid;
  25. Biasakan shalat malam;
  26. Perbanyak dzikir dan do’a kepada Allah;
  27. Lakukan puasa wajib dan puasa sunat;
  28. Sayangi dan santuni fakir miskin;
  29. Jangan ada rasa takut kecuali hanya kepada Allah;
  30. Jangan marah berlebih-lebihan;
  31. Cintailah seseorang dengan tidak berlebih-lebihan;
  32. Bersatulah karena Allah dan berpisahlah karena Allah;
  33. Berlatihlah konsentrasi pikiran;
  34. Penuhi janji apabila telah diikrarkan dan mintalah maaf apabila karena sesuatu sebab tidak dapat dipenuhi;
  35. Jangan mempunyai musuh, kecuali dengan iblis/syaitan;
  36. Jangan percaya ramalan manusia;
  37. Jangan terlampau takut miskin;
  38. Hormatilah setiap orang;
  39. Jangan terlampau takut kepada manusia;
  40. Jangan sombong, takabur dan besar kepala;
  41. Berlakulah adil dalam segala urusan;
  42. Biasakan istighfar dan taubat kepada Allah;
  43. Bersihkan rumah dari patung-patung berhala;
  44. Hiasi rumah dengan bacaan Al-Quran;
  45. Perbanyak silaturrahim;
  46. Tutup aurat sesuai dengan petunjuk Islam;
  47. Bicaralah secukupnya;
  48. Beristeri/bersuami kalau sudah siap segala-galanya;
  49. Hargai waktu, disiplin waktu dan manfaatkan waktu;
  50. Biasakan hidup bersih, tertib dan teratur;
  51. Jauhkan diri dari penyakit-penyakit bathin;
  52. Sediakan waktu untuk santai dengan keluarga;
  53. Makanlah secukupnya tidak kekurangan dan tidak berlebihan;
  54. Hormatilah kepada guru dan ulama;
  55. Sering-sering bershalawat kepada nabi;
  56. Cintai keluarga Nabi SAW;
  57. Jangan terlalu banyak hutang;
  58. Jangan terlampau mudah berjanji;
  59. Selalu ingat akan saat kematian dan sadar bahwa kehidupan dunia adalah kehidupan sementara;
  60. Jauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat seperti mengobrol yang tidak berguna;
  61. Bergaul dengan orang-orang yang soleh;
  62. Sering bangun di penghujung malam, berdoa dan beristighfar;
  63. Lakukan ibadah haji dan umrah apabila sudah mampu;
  64. Maafkan orang lain yang berbuat salah kepada kita;
  65. Jangan dendam dan jangan ada keinginan membalas kejahatan dengan kejahatan lagi;
  66. Jangan membenci seseorang karena keyakinan dan pendiriannya;
  67. Jangan benci kepada orang yang membenci kita;
  68. Berlatih untuk berterus terang dalam menentukan sesuatu pilihan;
  69. Ringankan beban orang lain dan tolonglah mereka yang mendapatkan kesulitan;
  70. Jangan melukai hati orang lain;
  71. Jangan membiasakan berkata dusta;
  72. Berlakulah adil, walaupun kita sendiri akan mendapatkan kerugian;
  73. Jagalah amanah dengan penuh tanggung jawab;
  74. Laksanakan segala tugas dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan;
  75. Hormati orang lain yang lebih tua dari kita;
  76. Jangan membuka aib orang lain;
  77. Lihatlah orang yang lebih miskin daripada kita, lihat pula orang yang lebih berprestasi dari kita;
  78. Ambilah pelajaran dari pengalaman orang-orang arif dan bijaksana;
  79. Sediakan waktu untuk merenung apa-apa yang sudah dilakukan;
  80. Jangan sedih karena miskin dan jangan sombong karena kaya;
  81. Jadilah manusia yang selalu bermanfaat untuk agama,bangsa dan negara;
  82. Kenali kekurangan diri dan kenali pula kelebihan orang lain;
  83. Jangan membuat orang lain menderita dan sengsara;
  84. Berkatalah yang baik-baik atau tidak berkata apa-apa;
  85. Hargai prestasi dan pemberian orang;
  86. Jangan habiskan waktu untuk sekedar hiburan dan kesenangan;
  87. Akrablah dengan setiap orang, walaupun yang bersangkutan tidak menyenangkan;
  88. Sediakan waktu untuk berolahraga yang sesuai dengan norma-norma agama dan kondisi diri kita;
  89. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan fisikal atau mental kita menjadi terganggu;
  90. Ikutilah nasihat orang-orang yang arif dan bijaksana;
  91. Pandai-pandailah untuk melupakan kesalahan orang dan pandai-pandailah untuk melupakan jasa kita;
  92. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan orang lain terganggu dan jangan berkata sesuatu yang dapat menyebabkan orang lain terhina;
  93. Jangan cepat percaya kepada berita jelek yang menyangkut teman kita sebelum dipastikan kebenarannya;
  94. Jangan menunda-nunda pelaksanaan tugas dan kewajiban;
  95. Sambutlah uluran tangan setiap orang dengan penuh keakraban dan keramahan dan tidak berlebihan;
  96. Jangan memaksakan diri untuk melakukan sesuatu yang di luar kemampuan diri;
  97. Waspadalah akan setiap ujian, cobaan, godaan dan tentangan. Jangan lari dari kenyataan kehidupan;
  98. Yakinlah bahwa setiap kebajikan akan melahirkan kebaikan dan setiap kejahatan akan melahirkan kerusakan;
  99. Jangan sukses di atas penderitaan orang dan jangan kaya dengan kemiskinan.


Semoga dengan mengamalkan 99 cara di atas, atau paling tidak dengan semampu saya mengamalkan sebagian cara di atas, saya akan diberikan oleh-NYA iman yang kuat dalam diri saya.

Semoga saya dan rekan-rekan sekalian senantiasa diberkati Allah dengan nikmat Iman dan Islam. Amin. Semoga bermanfaat.

Wednesday, August 3, 2011

New Era : The Bilderberger 2

Jurnalis Inggris, Jon Ronson, yang pernah menulis buku tentang Bilderberg mengatakan, “Saya pikir, mereka tidak perlu menyulitkan diri dengan melaksanakan konferensi internasional yang sangat mahal ini dan menyulitkan diri untuk menyembunyikan diri dari media, mencoba berahasia, dan mengundang orang-orang terkuat di dunia, jika hanya sekedar untuk ngobrol dan main golf, sebagaimana yang mereka katakan. Saya sungguh sepakat bahwa mereka memiliki pengaruh terhadap urusan dunia.”

Akar Konferensi Bilderberg bisa ditelusuri hingga ratusan tahun lalu. Berawal dari pertemuan rahasia di antara para pemilik uang abad ke-19, yaitu Rothchilds, Rockefellers, dan para bankir terkemuka di AS. Pertemuan yang paling signifikan terjadi di tahun 1910, dipimpin oleh seorang senator kaya bernama Nelson Aldrich. Pada malam hari, tanggal 22 November 1910, Sen. Aldrich, A.P. Andrews (asisten Menteri Keuangan AS), Paul Warburg dari Kuhn, Loeb & Co., Frank A. Vanderlip, (bos National City Bank of New York), Henry P. Davison dan Benjamin Strong dari J. P. Morgan Company, Charles D. Norton (bos National Bank of New York), secara diam-diam naik kereta api menuju Jekyll Island.

Orang-orang ini pemilik ¼ kekayaan dunia pada masa itu, sehingga sungguh aneh mereka bepergian dengan cara sederhana seperti itu (naik kereta biasa, tidak menyebutkan nama lengkap mereka dalam reservasi tiket, dll.).

(Catatan: selain menjadi anggota Freemanson, Nelson Aldrich juga kroni Rockefeller. Anak perempuannya, Abby, menikah dengan John D. Rockefeller Jr, dan melahirkan anak bernama Nelson Aldrich Rockefeller yang kelak menjadi wakil Presiden AS-wakil dari Presiden Gerald Ford. Aldrich adalah politisi yang sangat powerful di AS pada masa itu.)

Dua tahun sesudah pertemuan itu, yaitu tahun 1913, dibentuklah Federal Reserve, lembaga swasta yang mengelola keuangan AS. Saham Federal Reserved dikuasai oleh bankir-bankir asing, namun merekalah yang diberi hak untuk memproduksi uang dollar. Sejak itu, Pemerintah AS harus membeli dollar kepada Federal Reserve untuk menjalankan roda pemerintahan. Kisah ini diungkapkan oleh jurnalis, BC Forbes, pendiri majalah Forbes beberapa tahun kemudian.

Kejadian inilah yang kemudian disesali Presiden AS era itu, Woodrow Wilson. Dia berkata, “Our system of credit is concentrated in the hands of a few men. We have come to be one of the worst ruled, one of the most compeletely controlled and dominated government in the world.”

Pertemuan-demi pertemuan di antara para penguasa finansial dunia terus terjadi. Tapi sejak tahun 1954-lah diputuskan untuk diadakan pertemuan rutin tahunan. Pertemuan tahun 1954 diadakan di hotel Bilderberg, Belanda, dan kelompok ini kemudian menyebut diri Bilderberg. Pertemuan mereka selalu dirahasiakan, diadakan di tempat-tempat mewah yang jauh dari keramaian. Namun, ada saja jurnalis yang berhasil mengorek informasi. Setelah Forbes, jurnalis yang mengekspos pertemuan rahasia orang-orang elit dunia itu adalah Westbrook Pegler. Pada tahun 1957, Pegler menulis artikel-artikel tentang aktivitas kelompok rahasia ini (saat itu, Pegler belum mengetahui bahwa kelompok ini memberi nama pada diri mereka sendiri dengan ‘Bilderberg’).

Pegler menulis, “Sesuatu yang sangat misterius sedang terjadi ketika 67 orang yang self-qualified dan berkuasa atas nasib ekonomi dan politik dunia Barat pergi secara diam-diam di sebuah pulau di Brunswick dan tidak ada satu pun berita yang sampai ke publik, kecuali berita kecil dan rutin dari Associated Press.” Padahal, lapor Pegler, para jurnalis besar seperti Ralph McGill, dari The Atlanta Constitution, Arthur Hayes Sulzberget dariThe New York Times, dan Donald Graham dan Jimmy Lee Hoagland dari The Washington Post hadir juga dalam pertemuan itu.

Konferensi Bilderberg biasanya diadakan di sebuah resort mewah di kota kecil, di berbagai negara. Panitia konferensi biasanya memberikan press release ke koran lokal, hanya sekedar untuk pemberitahuan standar kepada penduduk lokal mengenai kehebohan yang tiba-tiba terjadi di kota mereka ketika datangnya tentara-tentara bersenjata, mobil-mobil mewah, helikopter, dan tamu-tamu entah darimana yang berunding secara tertutup. Awalnya mereka berusaha keras menghalangi munculnya kata ‘Bilderberg’ di media massa manapun. Namun, berkat kegigihan jurnalis-jurnalis independen yang dengan berbagai cara mengorek informasi, juga berkat semakin mudahnya komunikasi global melalui internet, kelompok rahasia ini terkuak. Bahkan kini ada sekelompok orang yang membentuk jejaring untuk terus memantau aktivitas Konferensi Bilderberg. Mereka berhari-hari ‘nongkrong’ di seputar lokasi konferensi, memotret, dan mengabarkannya kepada dunia melalui internet. Akhir-akhir ini, situs The Guardian juga sudah memuat liputan jurnalis independen ini terkait Bilderberg.

Pertanyaannya lagi-lagi, apa yang dibicarakan ketika orang-orang penting dunia itu bertemu tanpa mau diekspose media massa?

Sebelum menjawabnya, mari kita pelajari sekilas koneksi di antara tokoh-tokohnya. Tuan rumah Konferensi Bilderberg pertama tahun 1954 adalah Pangeran Bernard dari Belanda. Dia adalah pangeran kelahiran Jerman dan pemegang kartu anggota Nazi dan anggota SS. Lalu, tokoh lainnya, Prescott Bush (yang kelak dua anaknya, Bush Sr dan Bush Jr. akan menjadi presiden AS) adalah pejabat di WA Harriman & Co (yang dibacking oleh Averell Harriman dan konglomerat Jerman Fritz Thyssen), yaitu perusahaan finansial yang mengalirkan dana bagi Hitler dan Nazi. Dalam buku biografi Pangeran Bernard yang ditulis Alden Hatch, disebutkan bahwa Pangeran Bernard menganggap Bilderberg sebagai akar dari pembentukan European Community, yang kemudian menjadi European Union. Bahkan Pangeran Bernard mendeskripsikan tujuan utama Bilderberg adalah terwujudnya ‘pemerintahan dunia tunggal’.

Tokoh-tokoh yang rutin hadir di Konferensi Bilderberg antara lain Pangeran Bernard, Ratu Beatrix, Henry Kissinger, David Rockefeller, Nelson Rockefeller, Pangeran Philip (Inggris), Robert McNamara (mantan Presiden Bank Dunia), Margaret Thatcher, Valery Giscard D’Estaing (mantan Presiden Perancis, dan arsitek utama UU Uni Eropa), Donald Rumsfeld, Zbigniew Brzezinski, Alan Greenspan, dinasti Rothschild, Josef Ackermann (Deutsche Bank), Jorma Ollila (Nokia), Jeurgen Schrempp (DaimlerChrysler), Peter Sutherland (mantan Jenderal NATO, salah satu tokoh Goldman Sachs), James Wolfensohn (mantan Presiden Bank Dunia), Richard Perle (arsitek Perang Irak), Paul Wolfowitz (Presiden Bank Dunia). George W Bush ‘kebetulan’ berada di Belanda tahun 2005 untuk menghadiri peringatan Perang Dunia II, bertepatan dengan berlangsungnya Konferensi Bilderberg 2005.

Konferensi tahun 2008 dilaksanakan di Westfields Marriott Hotel in kota Chantilly. ‘Kebetulan’, saat itu Obama dijadwalkan akan menaiki pesawat dari Dulles International Airport (Dulles hanya berjarak 3 mil dari Chantilly) bersama para wartawan dari berbagai media massa, untuk menuju Chicago, markas kampanye Obama. Namun ternyata Obama sama sekali tidak naik ke pesawat. Para jurnalis dengan kesal bertanya-tanya kepada manajer kampanye Obama yang dengan terbata-bata berusaha menutup-nutupi kemana Obama pergi. Kejadian ini disiarkan di CNN.

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=NIPik872K64&w=425&h=349]

Bersamaan dengan itu, merebak berita bahwa Obama saat itu sedang bertemu dengan Hillary Clinton. Tidak ada berita yang memverifikasi di mana Hillary saat itu. Kecurigaan terbesar adalah keduanya hadir bersama di Konferensi Bilderberg, dan di sana berbagai negosiasi dilakukan. Keesokan harinya, Hillary Clinton mengumumkan pengunduran diri sebagai kandidat presiden dari Partai Demokrat dan memberikan dukungan kepada Obama. Obama pun menang, Hillary diangkat sebagai Menlu.

Untuk menjawab pertanyaan tadi: apa yang dibicarakan ketika orang-orang penting dunia itu bertemu tanpa mau diekspose media massa, karena tidak ada dokumen resmi, maka yang bisa dilakukan adalah meneliti sejarah, apa saja kejadian besar yang terjadi setelah Konferensi Bilderberg berlangsung, serta membandingkan dengan bocoran dari isi konferensi yang berhasil dikorek para jurnalis independen. Misalnya, di awal, tulisan ini, segera setelah pertemuan rahasia di Jekyll Island, Federal Reserve berdiri. Berdirinya Uni Eropa. Bill Clinton dan Tony Blair hadir di konferensi Bilderberg sebelum akhirnya mereka jadi Presiden AS dan PM Inggris. Berakhirnya Perang Dingin, turunnya Margaret Thatcher dari kursi PM Inggris, Perang Irak, invasi ke Libya, adalah di antara peristiwa-peristiwa besar yang dihasilkan oleh konferensi itu.
BBC (2003) pun pernah melaporkan konferensi ini, dengan kalimat berikut.

Secara resmi, [konferensi] ini didesripsikan sebagai pertemuan privat. Namun, dengan tamu-tamu bos perusahaan-perusahaan Eropa dan AS, pemimpin politik, dan intelektual, [konferensi] ini adalah salah satu organisasi yang paling berpengaruh di planet ini.”

Old Group : The Bilderberger 1

Ada sebuah kejadian yang luput dari perhatian publik dunia pada 9-12 Juni yang lalu, yaitu Konferensi Bilderberg yang berlangsung di St. Moritz, Swiss. Konferensi ini selalu dilaksanakan sejak tahun 1954 dan selalu dirahasiakan. Padahal, yang menghadiri konferensi ini adalah orang-orang besar dari berbagai negara, mulai dari kepala negara, kepala kerajaan, pejabat-pejabat tinggi lembaga-lembaga keuangan global, bos perusahaan-perusahaan transnasional, bos media massa, menteri-menteri dari berbagai negara.

Berkat internet, pertemuan kelompok rahasia ini akhirnya terkuak ke publik. Bahkan kini ada semacam kelompok yang selalu gigih memonitor kinerja orang-orang Bilderberg. Mereka orang-orang yang peduli dengan apa yang terjadi di dunia ini, menjalin jejaring via internet, datang secara independen dari berbagai negara, duduk berhari-hari ‘nongkrongin’ pertemuan Bilderberger, mencari-cari tahu siapa yang datang dan apa yang dibicarakan, dan mempostingnya di internet. Bahkan mereka gigih main kucing-kucingan, sehingga akhirnya tahu bahwa lokasi Konferensi ternyata bukan lagi di Kempinski Hotel, tapi di Suvretta Hotel.

Tentu, upaya mereka ini bukan tanpa kendala. Pasukan keamanan khusus yang menjaga konferensi mengusir mereka. Aneh sekali, pasukan keamanan ini ‘tanpa negara’. Jadi misalnya, tahun 2011 ini konferensi dilakukan di Swiss, bukan aparat keamanan Swiss yang menjaga, tapi pasukan keamanan ‘entah dari mana’.

Dengan berbagai cara, para pengamat Bilderberg mencari tahu siapa saja yang hadir dalam konferensi. Mereka mendapatkan list-nya, tapi mereka pun juga gigh memotret, sehingga akhirnya ketahuan ada orang-orang yang juga hadir tapi namanya tidak ada dalam list.Terkadang, para pengamat Bilderberg ini tidak mengenali siapa saja orang-orang yang hadir. Mereka pun memotret ala papparazzi, lalu foto diposting di internet dengan  f. Lambat laun, berkat kegigihan para ‘pengamat Bilderberg’ ini, perhatian publik semakin meningkat, dan suara-suara protes mulai terdengar. Orang-orang Bilderberg pun terpaksa membuat sebuah x untuk mengklarifikasi bahwa pertemuan mereka hanya bersifat tidak resmi dan bertujuan untuk mendiskusikan masalah-masalah yang sedang dihadapi masyarakat dunia. Bilderberg’s only activity is its annual Conference. At the meetings, no resolutions are proposed, no votes taken, and no policy statements issued. Desain dan isi website ini sangat sederhana, apalagi bila diingat bahwa hadirin konferensi Bilderberger adalah orang-orang terkaya dan paling berpengaruh di dunia, mereka datang dengan pesawat atau heli pribadi, naik limusin, menginap berhari-hari di hotel supermewah.

Pertanyaannya, bila benar hanya pertemuan biasa, mengapa sedemikian dirahasiakan? Hotel tempat menginap para peserta konferensi bahkan ditutup tabir kain. Ini foto yang diambil oleh salah seorang pengamat Bilderberg, Charlie Skelton, yang laporannya dimuat di situs T

Dalam pertemuan Bilderberger tahun ini pun, terkuak adanya bintang tamu baru (yang sebelumnya tidak diundang), yaitu Wakil Menlu China, Fu Ying.

Jika benar Konferensi Bilderberg hanya sekedar diskusi dan demi kebaikan dunia, mengapa orang-orang tenar yang hadir itu tidak memberikan pernyataan pers? Bukankah itu bagus buat citra mereka? Jika benar bos Deutsche Bank, bos British Petroleum, David Rockefeller, Henry Kissinger, Ratu Belanda yang hadir dalam konferensi itu benar-benar peduli dengan nasib dunia yang carut-marut itu dan bersedia meluangkan waktu empat hari untuk berdiskusi di Swiss, mengapa mereka tidak memberikan pernyataan apapun? Atau, yah, minimalnya tampil di publik, senyum-senyum, dan melambai-lambaikan tangannya? Mengapa hotel tempat konferensi harus ditutupi tabir kain? Mengapa harus sembunyi di limusin berkaca hitam? Mengapa ratusan peserta konferensi harus datang sembunyi-sembunyi dan tak satu pun mau menjelaskan apapun (padahal sebagian mereka ada bos-bos media terkemuka dunia)?

Anda penasaran, apa dan siapa sebenarnya Konferensi Bilderberg? Silahkan browsing sendiri, banyak kok.. atau nantikan postingan saya selanjutnya.

Tuesday, August 2, 2011

Say Goodby


Siapa peduli Pepih pergi? 

Mohon pamit dari Admin dan melempar tongkat estafet ke Isjet. Kompasianers itu, ya begitu itu, pura puranya memberi komentar bernada haru, nelangsa, pedih duka lara, tapi semua itu basa basi belaka. 

Hanya reaksi biasalah kalau orang mau pamit pergi, peduli setan bahwa dia ini Admin.

Yang komentar seolah memberati dan mengucapkan selamat tinggal ya, sebagian kompasianer yang menghujat dan mengomeli, mereweli Admin saat dikomandoi oleh Pepih. 

Yang kemudian sok-sokan termehek-mehek begitu Pepih pamit meninggalkan Kompasiana.

Sebagian lagi, peduli amat Admin itu mau Pepih mau Isjed, toh dengan segala nama aneh; yang kerandalah, hantu, setan, atau nama ‘bukan manusia’ tetap mengotori rumah yang dibangun oleh Pepih ini. 

Yang mereka dengan seolah seperti, sorry, berak saja, menulis lalu dengan segala akal bulus mengakali seoalah-olah jadi teraktual. Karena nafsu narsis ingin judul postingannya terbaca sepanjang masa….

Memuakan, iya… Menjengkelkan, memang. Dan justru di sinilah kegagalan Admin mengatur warganya. Program verifikasi atau entah apalah sama sekali tak digubris. 

Pepih gagal untuk mengatur dan membuat warganya menulis dengan nama ‘apa adanya’ sesuai KTP. Toh, tetap saja warganya cuek bebek. 

Padahal dengan nama asli dan resmi segala lomba yang diadakan Kompasiana bisa diikuti, menulis di Frezz diganjar HONOR.

Toh, tiap harinya nongol terus nama aneh, dengan postingan judul aneh, menipu judul, judul menipu, yang membuat saya berpikir ini KOMPASIANA apa FACEBOOK? 

Sosial Media model apa ini? Yang membuat orang keliru dan menggerutu saat membuka anak kandung KOMPAS kok, cuma begini ini?  Anak kandung Kompas, lhooo. 

Kompas bacaannya Menteri, Dosen, Kaum Intelektual, bisa berhamburan tulisan ’sampah’ di Kompasiana.

Maka, ketika saya menangis membaca pamitnya sahabat lama saya di Palmerah Selatan… ya, karena Kok, Kompasiana Bisa Jadi Begini? Lalu, Kau tinggal pergi, Sahabatku? MM.

Francaise

Sepulang tarawih, Megu mampir membeli gorengan di pelataran Masjid Agung.
Sambil menunggu dibungkus, bertanya Megu, “Bapak, anaknya berapa??”.

“Oh, baru dua, den”, jawabnya.
“Yang satu di Universitas Indonesia, dan adiknya di dekat sini, Universitas Al-Azhar”, lanjut tukang gorengan.
“Wih, hebat betul bapak ini, anak-anaknya pada kuliah semua. Biaya dari mana, Pak ??”, tanya Megu dengan takjub.

“Ah aden ini bisa aja, Bapak hanya kasih biaya masing-masing 200 ribu aja kok buat bikin gerobak gorengannya”, jawab tukang gorengan sambil memberikan pesanan saya.

(hanya ingin mengeluarkan meme yang menumpuk di kepala, tidak lebih)

Monday, August 1, 2011

Jangan Biarkan Meme Menumpuk

Sebelum menuju pada kalimat judul di atas bahwa blog menjadi sarang meme (baca: mem), ada baiknya kita pahami dulu apa itu mem.

Meme adalah segala hal yang dapat berpindah dari benak satu ke benak lain. Istilah ‘mem’ pertama kali diperkenalkan oleh Richard Dawkins dalam buku “The Selfish Gene” (1976). Dia mengatakan bahwa seperti juga gene (baca: gen) dalam evolusi biologi, ‘mem’ juga bermain dalam evolusi sosial budaya. Keduanya, gen dan mem, mempunyai fungsi sebagai pengganda diri (replicator).

Selanjutnya teori ini dikenal dengan nama memetics (memetika).

Richard Dawkins menyebut beberapa contoh dari mem, di antaranya: lagu, ungkapan, gagasan, karya, kepercayaan, tips-tips resep makanan, dan sebagainya, merupakan mem. Sebuah teori, issue, rumor, dan gosip juga bisa disebut sebagai mem.

Teori ini selanjutnya dikembangkan oleh Richard Brodie dalam buku “Virus of the Mind: The New Science of Meme.” Brodie menjelaskan bahwa mem adalah suatu unit informasi yang tersimpan di benak seseorang yang mempengaruhi kejadian di lingkungannya sedemikian rupa sehingga makin tertular luas di benak orang lain.

Mem berkembang untuk mensukseskan dirinya sendiri, yaitu:

  1. usia sepanjang-panjangnya (longevity)
  2. tersebar seluas-luasnya (fecundity)
  3. berketurunan seasli-aslinya (copying fidelity)
Ada tiga jalur utama yang digunakan oleh mem dalam menulari benak kita, yaitu:

  1. pengulangan (repetition), misalnya indoktrinasi dan iklan
  2. ketegangan (cognitive dissonance), misalnya gosip atau kata-kata dari seseorang yang mengganggu ketenangan hati dan penyelesaiannya
  3. menunggangi (free riding), yaitu segala gagasan yang menunggangi naluri kita seperti rasa lapar, seks, dan mekanisme pertahanan diri.
Saat sebuah tulisan menggelinding (publish), gagasan yang ada didalamnya telah terlepas dari kendali si pencipta atau penyebarnya (perekayasa). Dia bisa bertambah utuh atau berkurang detail-detailnya tergantung dari:

  1. Samar tidaknya isi tulisan tersebut. Misalnya ada tulisan yang di-delete admin karena melanggarterms & conditions, plagiasi, dianggap cenderung bernuansa konflik antar agama, atau jelas-jelas memberikan informasi palsu.
  2. Populer atau tidaknya topik atau sosok yang dimuat di dalam tulisan, dan
  3. Sensasional atau tidaknya judul tulisan dan beserta isinya yang bisa membuat dashboard‘mleduk.’
Gagasan yang kita sampaikan di dalam isi tulisan kita itu hidup. Ia mampu menggandakan dirinya sendiri dengan cara berpindah (membelah diri) dan menularkannya ke benak-benak orang banyak. Bahkan sebuah gagasan atau teori yang terbukti gagal pun bisa tetap hidup selama-lamanya dan tersebar seluas-luasnya. Seperti gagasan tentang komunisme dan kapitalisme. Kedua teori tersebut hingga kini masih ‘hidup’ dan berkembang menjadi bentuk baru (ber-evolusi).

Gagasan-gagasan tentang kapitalisme dan komunisme, walaupun sering menjadi biang kerok atas ‘eksploitasi manusia oleh manusia,’ tidaklah benar-benar mati dari muka bumi ini. Gagasan-gagasan tersebut mengalami apa yang di dalam biologi disebut apoptosis. Yaitu sebuah mekanisme kematian sel terprogram.

Contoh nyata dari apoptosis adalah pemisahan jari pada embrio. Apoptosis yang dialami oleh sel-sel yang terletak di antara jari menyebabkan masing-masing jari menjadi terpisah satu sama lain. Bila sel kehilangan kemampuan melakukan apoptosis maka sel tersebut dapat membelah secara tak terbatas dan akhirnya menjadi kanker. (Wikipedia)

Apoptosis digunakan oleh organisme multisel untuk membuang sel yang sudah tidak diperlukan oleh tubuh. Proses ini berlangsung seumur hidup dan bersifat menguntungkan bagi tubuh. Ini berbeda dengan nekrosis, yaitu kematian sel yang disebabkan oleh kerusakan sel secara akut. Kematian sel ini benar-benar punah dan tidak ‘ber-evolusi’ menjadi bentuk baru.

Karena itu beberapa tulisan kita juga bisa punah dari muka bumi, apabila kita ‘memalsukan’ informasi-informasi di dalamnya. Kemudian publik menilai dan menginterpretasikan bahwa isi tulisan kita adalah sebuah kekeliruan, apalagi admin pun kemudian men-delete-nya. Dan pada saat itulah kita perlu introspeksi diri dan meng-evaluasi kembali apa-apa saja gagasan yang kita usung dan bagaimana cara kita menuliskannya.

Nah, jadi kita sebagai penulis di Kompasiana, yang selalu melahirkan mem yang baru setiap hari, penting untuk menyadari bahwa gagasan yang kita sampaikan bisa hidup selama-lamanya dan menyebar seluas-luasnya, ‘mati’ dan berevolusi menjadi bentuk baru atau malah punah tak berarti. Karena sekali ditembakan ke muka publik, sebuah gagasan terlepas dari kendali si pe-rekayasa.

Mem Sebagai Sumber Konflik atau Evaluasi Diri?

Banyak orang yang tergerak emosinya saat membaca/mendengar gagasan-gagasan nakal, kritik, atau pemikiran yang out of the box di blog ini. Tulisan-tulisan w bisa membuat kita tertawa, tulisan-tulisan x bisa membuat mata kita basah, atau tulisan-tulisan dari es bahkan membuat segelintir orang ingin membunuh si penulis. (baca: y)

Sebenarnya ketika emosi kita bergerak, kita hanya menjadi penonton belaka, penonton pasif yang di-stimulasi oleh rangsangan-rangsangan yang aktif. Stimulus-stimulus itu hidup seperti v ketika ia menemukan inang untuk dijadikan medium berkembang biak. Respon negatif atau positif dari kita tidak menjadi pertimbangan. Mem sudah mendapatkan hidupnya di detik pertama kita mulai memberikan reaksi.

Karakter seseorang sangat berpengaruh pada informasi apa saja yang ditularkan ke benak orang lain. Misalnya orang yang positive thinking memanfaatkan gosip (sebagai salah satu jenis mem), hanya sebagai penukar informasi, dan tidak menambah-nambahkan isi gosip dengan sesuatu yang tak jelas kebenarannya. Orang seperti ini dapat membedakan mana mem yang merusak mana yang meningkatkan daya hidupnya. Manusia seperti ini dapat memelihara dan mengembangkan mem yang sesuai dengan kesejahteraannya, dan mengendalikan mem yang merugikan.

Secara lebih abstrak mem menginstruksikan aba-abanya dengan halus dan tersamar, ke dalam instrumen perekam dan pengulang yang tiada duanya, yaitu otak.

Mem menjadi satuan dasar pembangun interpretasi pikiran, yang kemudian menciptakan budaya, sistem sosial, sistem kepercayaan, dan segala sesuatu yang berkenaan dengan interpretasi kita atas hidup.

Tak ada mikroskop yang mampu menelanjangi wujudnya. Satu-satunya alat yang mampu menjadi detektor pergerakan mereka adalah pemahaman kita sendiri. Kita yang tidak sadar cuma akan menjadi bulan-bulanan. Kebanyakan hanya mampu merasakan residunya saja, yakni konflik. Saling kritik dianggap ‘berlawanan’ dalam arti lawan sesungguhnya. Tak jarang disertai emosi seperti marah dan benci terhadap orang-orang yang mengkritik gagasannya. Padahal kalau kita sadari, kritik dan gagasan yang muncul di media ini merupakan bagian dari kontrol sosial atas diri kita, untuk  selalu meng-evaluasi diri.

Erri Subakti.