Friday, July 29, 2011

XL 81

Setelah rapi semua perlengkapan kantor, berkas-berkas, iPhone, laptop, Playbook, Galaxy Tab, dll maka keluarlah Pak Enas dari kamarnya hendak berangkat ke kantor. Melintasi ruang tamu, Bi Inah tersenyum tertunduk malu-malu kucing seperti melihat ikan asin, Pak Enas hanya senyum tipis saja.

Sampai di depan Pak Min sudah siap mau mengantar Pak Enas ke kantor, juga dengan senyum yang agak ditahan tapi takut mau berujar. Pak Enas masuk ke mobil setelah dibukakan pintu oleh sang sopir. Sepanjang jalan, sekali-sekali pak sopir melihat spion memperhatikan Pak Enas yang duduk hanya terdiam seribu basa memandang ke luar jendela, kosong dan hampa.

Sampai di kantor megah berlantai 49, Pak Enas langsung menuju lobi utama, dan setiap orang yang dijumpainya pasti akan tersenyum sambil menunduk entah takut, entah hormat. Dan sampailah di serambi lift.
Tiba-tiba dari pintu masuk kantor, ada yang berteriak-teriak, rupanya Bi Inah, “Pak Enaaas, tungguuuu, ….. tungguuuu, … “. Sambil berlari menuju pintu lift (gerakan dibuat slowmotion biar lebih dramatis).

“Ini Pak, ketinggalan, celana panjang sama sempak merah jambunya !!!”, kata Bi Inah. Pak Enas langsung melihat ke arah bawah, dan heghs …. diambilnya bawaan Bi Inah dan langsung ngacir masuk ke dalam lift sambil senyum-seyum ke sekeliling lobi.

SMILE, ... MR. ANAS